SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang membukukan realisasi penerimaan pajak daerah sebesar Rp295.122.052.899 hingga awal Juni 2026. Capaian tersebut setara 39,11 persen dari target tahunan yang mencapai Rp754.677.666.534.
Angka tersebut menunjukkan upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Masyarakat juga dapat memantau perkembangan penerimaan pajak secara transparan melalui aplikasi Sipanji.id.
Bapenda Catat Capaian Pajak Daerah 39,11 Persen
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menyampaikan bahwa laporan aplikasi Sipanji.id per 8 Juni 2026 mencatat realisasi penerimaan pajak telah mencapai 39,11 persen dari target tahunan.
Ia menjelaskan bahwa Sipanji merupakan Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Mandiri yang menyajikan data penerimaan pajak secara real time dan terbuka untuk publik.
Melalui inovasi tersebut, Bapenda Kabupaten Malang juga meraih penghargaan Innovative Government Award 2025.
PBJT Hiburan Pimpin Capaian, Pajak Reklame Masih Tertinggal
Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor jasa kesenian dan hiburan mencatat kinerja terbaik. Bapenda menghimpun Rp4,25 miliar atau 52,27 persen dari target Rp8,13 miliar.
PBJT makanan dan minuman berada di posisi berikutnya dengan realisasi Rp10,04 miliar atau 48,74 persen. Selanjutnya, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) mencapai 47,67 persen dari target yang ditetapkan.
Di sisi lain, pajak reklame baru menghasilkan sekitar Rp1,08 miliar atau 21,08 persen. Persentase tersebut menjadi yang terendah di antara 12 jenis pajak daerah yang dipungut.
Sementara itu, Bapenda menghimpun penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp39,01 miliar atau 31,08 persen dari target. Selain itu, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menyumbang Rp76,08 miliar atau 37,56 persen dari target tahunan.
Bapenda Masifkan Program BMW dan Sinergi Antarinstansi
Made menegaskan bahwa Bapenda terus mempercepat penerimaan pajak meski pemerintah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
Karena itu, instansinya memperluas layanan Bapenda Menyapa Warga (BMW) agar masyarakat lebih mudah mengurus administrasi perpajakan sekaligus memenuhi kewajiban pajaknya.
“Untuk memacu perolehan pajak daerah kami masifkan jemput bola melalui layanan Bapenda Menyapa Warga atau BMW,” ujar Made.
Selain memperluas layanan, Bapenda juga meningkatkan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Satpol PP Kabupaten Malang.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah ingin menggali potensi pajak reklame sekaligus menertibkan reklame yang belum memiliki izin.
Hari Jadi Kabupaten Malang Diperkirakan Dongkrak Pajak Reklame
Made optimistis penerimaan pajak reklame akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, berbagai agenda daerah dan peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang biasanya mendorong pelaku usaha memasang lebih banyak media promosi.
“Biasanya mendekati Hari Jadi Kabupaten Malang nanti, pajak reklame akan mengalami peningkatan,” katanya.
Melalui strategi jemput bola, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan koordinasi lintas instansi, Bapenda menargetkan pencapaian penerimaan pajak daerah tahun 2026 sesuai rencana.






















