BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel, Gelontorkan Bantuan Peralatan Rp2,8 Miliar

BNPB Tambah Dukungan Peralatan untuk Satgas Karhutla

Iklan

SUARAMALANG.COM, Nasional – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Dukungan dilakukan melalui penyaluran bantuan peralatan senilai total Rp2,8 miliar untuk mendukung operasional satgas darat.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Penebalan logistik dan peralatan disebut akan terus dilakukan selama masa penanganan karhutla berlangsung.

Iklan

“Penebalan logistik dan peralatan ini dapat terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Suharyanto.

Korem dan Polda Sumsel Terima Motor Trail Pemadam

Bantuan diberikan kepada sejumlah unsur penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Korem 044/Gapo dan Polda Sumatera Selatan masing-masing menerima satu unit motor trail pemadam.

Selain itu, kedua institusi tersebut juga mendapat tiga unit pompa jinjing 2HP lengkap dengan selang. BNPB turut menyalurkan 50 pasang sepatu boot pemadam untuk mendukung operasional personel di lapangan.

Dukungan itu diharapkan mempercepat respons penanganan ketika terjadi titik api di wilayah rawan karhutla.

Empat Kabupaten Dapat Bantuan Peralatan Lengkap

BNPB juga menyalurkan bantuan peralatan kepada empat kabupaten di Sumatera Selatan. Daerah penerima bantuan meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.

Masing-masing daerah menerima lima unit alat pelindung diri (APD) pemadam. Selain itu, BNPB memberikan satu unit motor trail pemadam, dua unit flexible tank, serta dua unit pompa jinjing 2HP lengkap dengan selang.

Tak hanya itu, setiap daerah juga memperoleh empat roll selang ukuran 1,5 inci untuk mendukung pemadaman di lapangan.

Pemda dan Dunia Usaha Diminta Aktif Cegah Karhutla

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyatakan komitmen mendukung penuh penanggulangan karhutla. Dukungan dilakukan melalui penguatan kapasitas daerah dan koordinasi lintas sektor.

Pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan juga terus diperkuat. Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan semakin meningkat.

Sementara itu, dunia usaha diminta ikut berperan aktif dalam pengelolaan lahan secara bertanggung jawab. BNPB menegaskan perusahaan tidak boleh melakukan praktik pembakaran saat membuka lahan.

“Dunia usaha diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi, bukan sebagai sumber persoalan karhutla,” tegas Suharyanto.

Strategi Terpadu Penanganan Karhutla Dimaksimalkan

Pemerintah terus memaksimalkan strategi terpadu dalam penanganan karhutla. Langkah itu dilakukan melalui peningkatan kemampuan personel satgas darat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Selain operasi darat, pemerintah juga mengoptimalkan operasi udara dan operasi modifikasi cuaca. Pendampingan kepada pemerintah daerah dilakukan lewat bantuan peralatan dan logistik.

Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga menjadi perhatian serius. Pemantauan prediksi iklim dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan titik api selama musim kemarau.

Simulasi Karhutla Digelar Tingkatkan Kesiapsiagaan

Apel kesiapsiagaan karhutla turut dirangkaikan dengan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Simulasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personel menghadapi berbagai skenario di lapangan.

BNPB berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Langkah itu dinilai penting agar dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat ditekan.

“Dengan kesiapan yang optimal dan kerja sama yang sinergis dari semua pihak, kita optimis dapat mengendalikan karhutla secara lebih efektif pada tahun 2026,” tutup Suharyanto.

Iklan
Iklan
Iklan