Bukan Sekadar Wisuda, UT Malang Andalkan Kemandirian Belajar dan Literasi Digital Lulusan

Prosesi Wisuda Universitas Terbuka Malang Periode II Tahun 2026 di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 1.086 lulusan mengikuti prosesi secara langsung. (Foto: Dok um.ac.id)

SUARAMALANG.COM, Malang – Kemampuan mengatur waktu, menjaga disiplin, dan beradaptasi dengan teknologi menjadi tantangan sekaligus keunggulan mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Model pembelajaran jarak jauh yang diterapkan kampus ini menuntut mahasiswa mengelola proses belajar secara mandiri hingga menyelesaikan pendidikan.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam wisuda Universitas Terbuka Malang Periode II Tahun 2026 yang digelar di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (1/11/2026).

Direktur UT Malang, Rini Yayuk Priyati, menyampaikan bahwa terdapat 1.800 lulusan pada periode ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.086 orang mengikuti prosesi wisuda secara langsung di Malang.

Sebagian lulusan memilih mengikuti wisuda di UT Pusat Jakarta, sedangkan lainnya tidak mengikuti prosesi wisuda. Meski demikian, kelulusan mereka tetap sah dan ijazah dapat diambil di Kantor UT Malang.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, menilai mahasiswa UT memiliki keunggulan dalam hal kemandirian belajar. Mereka harus menyusun jadwal sendiri, menentukan target akademik, sekaligus menjaga konsistensi agar dapat menyelesaikan studi sesuai harapan.

“Di UT mereka harus menyusun jadwal sendiri dan berkomitmen penuh terhadap jadwal yang mereka buat,” ujar Rahmat.

Pembelajaran Jarak Jauh Menuntut Disiplin dan Adaptasi Teknologi

Berbeda dengan pola perkuliahan yang memiliki jadwal tatap muka tetap, pembelajaran di UT memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel. Namun, fleksibilitas tersebut juga menuntut tanggung jawab yang besar dari setiap mahasiswa.

Baca Juga:  UM dan Pemkab Jombang Jajaki Kolaborasi untuk Perkuat Pendidikan Daerah

Mahasiswa perlu menetapkan prioritas, mengelola waktu, dan menjaga motivasi agar proses belajar tetap berjalan. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman pendidikan yang dijalani selama menempuh studi di UT.

Selain kemandirian, pemanfaatan media pembelajaran digital juga mendorong mahasiswa untuk terbiasa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Rahmat, proses pembelajaran berbasis teknologi membuat mahasiswa UT memiliki kemampuan literasi teknologi yang baik.

Pengalaman tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin akrab dengan layanan digital. Meski demikian, kemampuan teknologi tetap perlu disertai kedisiplinan dan kemauan untuk terus belajar agar dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Model pendidikan terbuka dan jarak jauh ini sebelumnya juga menjadi bagian dari arah pengembangan UT Malang. Dalam wisuda periode kedua tahun akademik 2022/2023, UT Malang mengangkat tema “Universitas Terbuka Malang Mewujudkan Generasi Digital Berdaya Saing Global”. Pembelajaran jarak jauh dan adaptasi teknologi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan di kampus tersebut.

Wisuda Bukan Satu-satunya Penanda Kelulusan

Rahmat menjelaskan, keikutsertaan dalam prosesi wisuda pada dasarnya merupakan pilihan mahasiswa. Secara administratif, kelulusan mahasiswa telah sah setelah Surat Keputusan (SK) Yudisium ditandatangani Rektor UT.

Dengan demikian, mahasiswa yang tidak hadir dalam prosesi wisuda tetap berhak memperoleh ijazah setelah dinyatakan lulus sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam wisuda kali ini, lulusan UT Malang berasal dari berbagai bidang pendidikan, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Sains dan Teknologi, Sekolah Vokasi, hingga program pascasarjana.

Baca Juga:  Universitas Brawijaya Matangkan Persiapan UTBK 2026

UT Malang juga memberikan apresiasi kepada sejumlah lulusan berprestasi. Salah satunya M. Erwin Piryanto dari program Magister Pendidikan Dasar yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Sejumlah lulusan lain juga memperoleh IPK tinggi dari berbagai program studi.

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi ant perguruan tinggi untuk membangun ekosistem pendidikan yang baik. Menurutnya, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa membutuhkan kontribusi bersama dari berbagai institusi pendidikan.

Bagi para lulusan, capaian akademik tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan pengembangan diri. Kemandirian belajar dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi diharapkan tidak berhenti setelah wisuda, tetapi terus diterapkan dalam pekerjaan, kehidupan bermasyarakat, dan pembelajaran sepanjang hayat.