SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Pemerintah Kota Malang mengubah pola peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelarnya langsung di lingkungan sekolah. Upacara dipusatkan di SMP Negeri 30 Malang, Senin (05/5/2026), sebagai langkah mendekatkan pemerintah dengan satuan pendidikan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai.
“Pendidikan adalah upaya menumbuhkan karakter, membentuk akhlak, serta menciptakan generasi yang berdaya saing. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menyebut, komitmen Pemkot Malang di sektor pendidikan menunjukkan hasil positif. Hal itu ditandai dengan berbagai capaian di tingkat nasional serta meningkatnya minat pelajar dari luar daerah untuk menempuh pendidikan di Kota Malang.
Selain itu, prestasi siswa juga terus menguat. Salah satunya ditunjukkan oleh capaian pelajar Kota Malang di ajang internasional, yang semakin mempertegas posisi Malang sebagai kota pendidikan.
Untuk mendukung peningkatan kualitas tersebut, Pemkot Malang tetap mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD. Anggaran difokuskan pada peningkatan sarana prasarana, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta pengembangan mutu pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa pemilihan sekolah sebagai lokasi peringatan merupakan strategi baru agar Hardiknas tidak sekadar seremonial.
“Ke depan akan digilir di berbagai sekolah. Ini bentuk upaya mendekatkan pimpinan daerah dengan dunia pendidikan,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Malang untuk memastikan kebijakan pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.
Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, Pemkot Malang mendorong sinergi seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai pusat pendidikan yang kompetitif di tingkat nasional.
Pewarta:*Ali Halim



















