Berita  

Heboh! Ketua BEM UGM Temukan Perangkat Pelacak Misterius di Kolong Mobil

SUARAMALANG.COM, Yogyakarta – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, Tiyo Aediyanto, mengejutkan publik setelah mengunggah video penemuan alat pelacak misterius yang terpasang di bagian bawah kendaraannya.

Penemuan ini memicu spekulasi mengenai adanya upaya intimidasi terhadap gerakan mahasiswa.

Kronologi Penemuan

Dalam video yang beredar, Tiyo menjelaskan bahwa keberadaan alat tersebut terdeteksi melalui notifikasi otomatis yang muncul di telepon genggamnya.

Notifikasi tersebut menunjukkan adanya perangkat pelacak aktif bermerek PBX Finder yang sedang memantau pergerakannya secara langsung.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mandiri di bawah kolong mobilnya, Tiyo berhasil menemukan dan mencopot sebuah perangkat hitam berukuran saku yang diduga kuat sebagai alat GPS tracking.

Baca Juga:  Pengadaan Alat Sampah Diduga Bermasalah, Dua Pejabat DLH Kota Malang Diperiksa Polda Jatim

Pernyataan Sikap

Tiyo mengecam keras tindakan penguntitan ini dan mengaitkannya dengan sikap kritis yang kerap ia suarakan terhadap kebijakan pemerintah.

“Ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa,” ujar Tiyo dalam rekaman video tersebut.

Seruan Perlawanan

Di akhir videonya, Tiyo memberikan pesan tegas kepada rekan-rekan sesama aktivis dan mahasiswa untuk tidak gentar menghadapi segala bentuk intimidasi.

“Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa tekanan dari pihak penguasa justru akan memicu gelombang perlawanan yang lebih besar.

“Semakin ditekan semakin melawan. Semakin diteror semakin gacor. Semakin diintimidasi direpresi, maka akan semakin cepat hari-hari revolusi,” tegasnya.

Baca Juga:  CCTV Bundaran HI Tak Dapat Diakses Saat Demo BEM UI, Publik Kesulitan Pantau Situasi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau tanggapan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas terkait mengenai dugaan pemasangan alat pelacak pada kendaraan pimpinan mahasiswa tersebut.