SUARAMALANG.COM,Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan bahwa berbagai penghargaan yang diterima bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 bukanlah tujuan utama pembangunan. Penghargaan disebut sebagai dampak dari upaya pengabdian kepada masyarakat.
Wali Kota Malang mengatakan, pihaknya tetap bersyukur atas capaian tersebut. Namun, orientasi utama pemerintah daerah adalah menjalankan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Penghargaan ini kami syukuri, tetapi bukan itu yang kami harapkan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk mengabdi dan menyejahterakan masyarakat Kota Malang,” kata Wahyu usai memimpin,
Ia menjelaskan, penghargaan yang diraih menjadi indikator bahwa program dan kebijakan yang dijalankan berada di jalur yang tepat. Meski demikian, Pemkot Malang tidak ingin terjebak pada pencapaian simbolik semata.
Momentum HUT ke-112 Kota Malang juga dinilai memiliki arti penting karena dihadiri oleh seluruh kepala daerah di wilayah Malang Raya, yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu. Menurutnya, kehadiran tersebut mencerminkan soliditas dan sinergi antarwilayah dalam mendukung pembangunan kawasan.
“Ini bentuk apresiasi dari Malang Raya kepada Kota Malang, sekaligus memperkuat kolaborasi ke depan,” ujarnya.
Selain itu, dalam peringatan kali ini juga diperkenalkan pakaian khas Malangan yang mengandung nilai historis dan kearifan lokal. Busana tersebut merepresentasikan perjalanan Kota Malang dari masa kolonial hingga saat ini.
Pemkot Malang berencana menggunakan pakaian khas tersebut dalam agenda-agenda resmi tertentu, termasuk upacara. Tidak hanya jajaran eksekutif, anggota DPRD Kota Malang juga turut mengenakannya.
“Ini bagian dari upaya mengangkat identitas budaya lokal. Kota Malang punya karakter berbeda, perpaduan antara kolonial dan tradisional,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan identitas budaya menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah, selain pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
