Kabupaten Malang

Inovasi STEM Berbasis Pasar Ditekankan dalam Kuliah Tamu Nanomaterial dan IoT di UB

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pengembangan inovasi STEM berbasis pasar menjadi sorotan utama dalam kuliah tamu bertema “Nanomaterial & IoT di Bidang Industri” yang digelar Departemen Fisika Universitas Brawijaya pada Selasa (28/4/2026), dengan menghadirkan praktisi industri untuk menjembatani kebutuhan akademik dan realitas pasar teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini menegaskan bahwa inovasi di bidang sains dan teknologi tidak cukup hanya unggul secara konseptual, tetapi juga harus memiliki nilai ekonomi agar mampu bersaing di pasar yang sensitif terhadap harga, khususnya di Indonesia.

Iklan

Tantangan Inovasi STEM Berbasis Pasar di Indonesia

Direktur Utama PT Ravelware Technology Indonesia, Randy Budi Wicaksono, menjelaskan bahwa karakteristik pasar domestik menuntut produk teknologi yang efisien secara biaya namun tetap memiliki performa yang kompetitif.

“Pasar Indonesia itu cenderung commodity, jadi yang dicari adalah produk yang cukup murah tapi tetap bagus. Tantangannya adalah menemukan titik tengah antara harga dan performa agar tetap kompetitif,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci dalam mengembangkan inovasi STEM berbasis pasar, terutama ketika teknologi harus diadopsi secara luas oleh industri maupun masyarakat.

Integrasi Nanomaterial dan IoT dalam Industri

Dalam paparannya, Randy mengulas konsep Internet of Things (IoT) sebagai sistem yang menghubungkan perangkat melalui sensor dan komunikasi data real-time, yang kini menjadi fondasi industri modern.

Ia juga menyoroti potensi nanomaterial seperti graphene dan nanopartikel yang memiliki karakteristik unik pada skala nano, memungkinkan peningkatan performa sistem hingga membuka peluang aplikasi baru di berbagai sektor industri.

“Graphene itu menarik karena struktur berlapisnya memberikan sifat yang unggul, dan aplikasinya sangat luas. Selain itu, ketika material diperkecil ke skala nano, sifatnya bisa berubah, bahkan sampai memengaruhi warna atau performa dalam aplikasi tertentu,” tambahnya.

Namun demikian, integrasi antara nanoteknologi dan IoT tidak lepas dari tantangan, terutama pada aspek pengembangan perangkat keras, efisiensi biaya produksi, serta sinkronisasi sistem.

Kolaborasi Akademik dan Industri

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini juga diiringi penandatanganan kerja sama strategis antara Departemen Fisika Universitas Brawijaya dengan PT Ravelware Technology Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas dalam riset terapan, program magang, hingga pengembangan teknologi industri yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Ketua penyelenggara, Muhammad Ghufron, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem inovasi yang menghubungkan dunia akademik dengan sektor industri.

Penguatan Kompetensi Mahasiswa di Era Teknologi

Antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan pemahaman praktis terkait implementasi ilmu di dunia kerja.

Kuliah tamu ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang memperkaya perspektif mahasiswa, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari tantangan nyata dalam industri teknologi.

Iklan
Iklan
Iklan