Kembangkan  Literasi Lewat Ngalam Pinter, 396 Perpustakaan Sekolah di Kota Malang Jalani Standarisasi

SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Pemerintah Kota Malang terus menggenjot penguatan budaya literasi melalui program Ngalam Pinter. Tak sekadar mendorong minat baca, upaya ini diwujudkan melalui standarisasi perpustakaan sekolah, perluasan perpustakaan kelurahan, hingga pengembangan layanan bacaan digital untuk memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa sebanyak 396 dari total 404 perpustakaan SD dan SMP di Kota Malang telah melaksanakan standarisasi.

Pencapaian sekitar 98 persen tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di lingkungan pendidikan.

Hal itu disampaikan Wahyu saat memberikan sambutan dalam Pekan Literasi Kota Malang 2026 bertema “Perspektif Wali Kota Malang terhadap Kemajuan Literasi dalam Program Ngalam Pinter”, yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang di kantor Dispussipda, Jalan Besar Ijen  Kota Malang.

Menurut Wahyu, literasi memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi merupakan fondasi penting untuk membangun pola pikir kritis, menumbuhkan kreativitas, mendorong inovasi, serta membekali masyarakat agar mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijaksana.

Karena itu, pengembangan literasi harus menjadi gerakan bersama yang didukung oleh peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, ketersediaan bahan bacaan bermutu, dan kemudahan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

396 Perpustakaan Sekolah Jalani Standarisasi

Penguatan kualitas perpustakaan sekolah menjadi salah satu capaian penting Pemkot Malang dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Dari 404 perpustakaan SD dan SMP yang menjadi sasaran, sebanyak 396 perpustakaan telah melaksanakan standarisasi. Selain itu, 23 perpustakaan sekolah telah meraih akreditasi A.

Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mampu menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak dini.

Pemkot Malang terus mendorong agar perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar yang nyaman, menarik, dan mampu merangsang kreativitas peserta didik.

Melalui penguatan tersebut, program Ngalam Pinter diharapkan mampu berkontribusi dalam mencetak generasi yang berwawasan luas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kota Malang Januari 2026, Ini Lokasi dan Jamnya

Perpustakaan Kelurahan Diperluas, Akses Bacaan Makin Dekat

Pemkot Malang juga memperluas jangkauan layanan literasi hingga tingkat kelurahan agar masyarakat semakin mudah memperoleh bahan bacaan berkualitas.

Pada 2025, sebanyak 20 perpustakaan kelurahan telah dirintis. Selanjutnya, pada 2026, pemerintah kembali merintis 15 perpustakaan kelurahan baru untuk memperoleh dukungan hibah dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Perluasan ini menjadi langkah untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, termasuk warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan umum.

Dengan tersedianya perpustakaan di lingkungan kelurahan, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak ruang untuk membaca, belajar, bertukar gagasan, dan meningkatkan keterampilan.

Manfaatkan Teknologi, Literasi Tak Lagi Terbatas Ruang

Di tengah perkembangan teknologi digital, Pemkot Malang turut menghadirkan berbagai inovasi agar layanan perpustakaan semakin mudah dijangkau.

Sejumlah fasilitas yang dikembangkan meliputi pojok baca digital di Taman Trunojoyo, layanan perpustakaan di Malang Creative Center (MCC), serta pojok baca di Mal Pelayanan Publik.

Pemkot Malang juga menghadirkan aplikasi perpustakaan digital yang disebut Malang Pintar dalam sambutan kegiatan tersebut. Layanan ini diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mengakses bahan bacaan dengan memanfaatkan teknologi.

Transformasi digital tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan layanan perpustakaan dengan kebutuhan masyarakat modern, khususnya generasi muda yang semakin akrab dengan perangkat digital.

Selain pengembangan layanan digital, pembenahan perpustakaan umum Kota Malang di kawasan Ijen juga terus menjadi perhatian. Fasilitas perpustakaan diarahkan menjadi ruang publik yang nyaman, tertib, dan menarik bagi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, juga ruang untuk berdiskusi, belajar bersama, mengembangkan kreativitas, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan positif.

Pekan Literasi Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Sementara itu, Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menjelaskan bahwa Pekan Literasi Kota Malang 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  TPS Sulfat Dinilai Ganggu Lalu Lintas, DLH Kota Malang Siapkan Relokasi

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah apresiasi bagi pelajar, pengelola perpustakaan, komunitas, dan insan literasi yang telah berkontribusi dalam pengembangan budaya baca, pendidikan, serta kreativitas masyarakat.

Kegiatan Literasi Melibatkan Berbagai Unsur

Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam rangkaian Pekan Literasi, mulai dari lomba bertutur, lomba perpustakaan kelurahan, lomba video konten, hingga bimbingan teknis kepenulisan.

Hasil kegiatan kepenulisan juga diarahkan menjadi karya yang dibukukan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lahirnya karya-karya baru sekaligus menjadi sarana dokumentasi dan pengembangan pengetahuan.

Yayuk menegaskan bahwa pengembangan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, pengelola perpustakaan, komunitas literasi, dunia usaha, media, hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pengembangan kreativitas, dan aktivitas sosial masyarakat.

Wali Kota Minta Literasi Tidak Hanya Seremonial

Melalui Pekan Literasi Kota Malang 2026, Dispussipda berharap pengembangan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan memperkuat standarisasi perpustakaan sekolah, memperluas layanan perpustakaan kelurahan, serta memanfaatkan teknologi digital, Pemkot Malang berupaya membangun budaya membaca yang berkelanjutan.

Program Ngalam Pinter pun menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Kota Malang yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga berpengetahuan luas, berpikir kritis, produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter.

Pewarta: *Deni Robi