SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Lembaga Pendidikan MIN 2 Kota Malang menggelar kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-9 di Hotel Tugu Malang (sesuai keterangan Anda: Hotel Tychi), Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi puncak evaluasi pembelajaran Al-Qur’an sekaligus penegasan komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, H. Achmad Shampton, para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, tokoh masyarakat, wali santri, dewan guru, serta tamu undangan. Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para santri yang berhasil menuntaskan tahapan akhir pembelajaran Al-Qur’an.
Menurut Nanang Sukmawan, pelaksanaan Khotmul Qur’an dan Imtihan tahun 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-9 sejak program ini dimulai. Selama hampir satu dekade, program tersebut menjadi salah satu unggulan madrasah dalam menanamkan pendidikan tahfiz dan bacaan Al-Qur’an kepada siswa sejak usia dini.
“Jumlah pendaftar tahun ini mencapai lebih dari 800 siswa. Namun setelah melalui seleksi ketat berdasarkan kualitas bacaan, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an, sebanyak 365 santri dinyatakan lulus dan berhak mengikuti prosesi Khotmul Qur’an serta Imtihan,” ujar Nanang.
Ia menegaskan bahwa madrasah tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga menjaga kualitas capaian santri. Standar pembelajaran diterapkan secara konsisten agar lulusan program benar-benar memiliki kompetensi membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai target yang ditetapkan.
Sementara itu, H. Achmad Shampton dalam sambutannya menyampaikan pesan moral kepada para hadirin, khususnya para santri dan orang tua, agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari perilaku luarnya. Ia menuturkan kisah tentang seorang anak yang sering dianggap nakal dan melanggar aturan, namun ternyata memiliki beban kehidupan yang berat di rumah.
Menurutnya, cerita tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki latar belakang dan perjuangan yang berbeda. Karena itu, pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan empati, akhlak, dan kepedulian sosial.
Selain itu, Achmad Shampton juga menekankan pentingnya menghormati guru Al-Qur’an. Ia mengisahkan teladan seorang ulama yang sangat memuliakan guru ngaji karena mereka adalah orang-orang yang mengajarkan kalam Allah kepada generasi muda. Menurutnya, guru Al-Qur’an memiliki kedudukan mulia dan patut dihormati karena jasa mereka membimbing anak-anak mengenal kitab suci.
Kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-9 ini menjadi refleksi perjalanan panjang MIN 2 Kota Malang dalam membangun pendidikan Qur’ani. Madrasah menargetkan siswa kelas 4, 5, dan 6 minimal menghafal satu juz Al-Qur’an, sementara siswa kelas bawah diarahkan secara bertahap untuk mencapai target serupa, bahkan meningkat hingga dua sampai tiga juz.
Suasana haru menyelimuti prosesi penutupan saat para santri bersama wali murid mengikuti doa bersama. Banyak orang tua mengaku bangga atas capaian putra-putri mereka yang telah berhasil menuntaskan tahapan pembelajaran Al-Qur’an.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MIN 2 Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi penerus bangsa di masa depan.
Pewarta: *Halim Ali
