SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu budidaya ikan lele milik UMKM Namazu Bites di RW 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Inovasi tersebut dikembangkan Kelompok 52 melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB UB 2026. Teknologi ini diterapkan untuk mengatasi pemantauan kualitas air yang sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga perubahan kondisi kolam berpotensi terlambat diketahui.
Pantau Lima Parameter Air Secara Real-Time
Sistem IoT yang diterapkan mahasiswa mampu memantau lima parameter kualitas air secara real-time. Parameter tersebut meliputi suhu, pH, kadar amonia, Total Dissolved Solids (TDS), dan tingkat kekeruhan.
Data hasil pemantauan membantu mitra mengambil keputusan pengelolaan kolam secara lebih cepat dan efisien. Pemantauan juga dapat dilakukan melalui ponsel sehingga kondisi air tidak harus diperiksa secara manual setiap kali.
Implementasi teknologi tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Mahasiswa memberikan pelatihan dan pendampingan pengoperasian, termasuk mengajarkan cara membaca data melalui aplikasi serta merawat sensor. Mereka juga menyusun media edukasi digital untuk mendukung pemahaman mitra dalam memanfaatkan teknologi budidaya.
Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Dr. Dewi Maya Maharani mengatakan sistem tersebut dirancang agar mudah digunakan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa didorong menghadirkan teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan sesuai kebutuhan mitra.
“Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan,” ujar Dewi Maya.
Teknologi IoT Dinilai Membantu Kemandirian Mitra
DPL Prof. Dr. Siti Asmaul Mustaniroh menyebut Program 3M menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan dan menyusun solusi berbasis teknologi. Kolaborasi dengan UMKM Namazu Bites, menurutnya, juga menunjukkan peran perguruan tinggi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui inovasi tepat guna.
Ketua RW 09 sekaligus pemilik UMKM Namazu Bites, Sukaryono, mengapresiasi penerapan sistem tersebut. Ia mengatakan pemantauan kondisi kolam kini dapat dilakukan melalui ponsel.
“Kami sangat terbantu dengan adanya sistem IoT ini. Sebelumnya kami harus mengecek air secara manual, sekarang kondisi kolam bisa dipantau kapan saja lewat HP,” kata Sukaryono.
Pemilik kolam lokasi implementasi, Yudi, juga menilai pendampingan mahasiswa membantu mitra mengoperasikan teknologi secara mandiri. Selain pemasangan alat, mahasiswa mengajarkan pembacaan data aplikasi, perawatan sensor, hingga pengambilan keputusan berdasarkan hasil monitoring.
Inovasi tersebut kemudian meraih Juara I pada Expo Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB UB 2026. Capaian itu menjadi apresiasi fakultas terhadap inovasi yang dikembangkan Kelompok 52 dalam implementasi teknologi budidaya perikanan.














