Liburan Tidak Harus Mahal, Wisatawan Kini Lebih Cermat Mengatur Anggaran Perjalanan

Wisatawan mulai lebih cermat mengatur anggaran perjalanan dengan mempertimbangkan pilihan transportasi, penginapan, dan destinasi agar tetap bisa menikmati liburan secara hemat. (Foto: Ilustrasi)

SUARAMALANG.COM – Keinginan untuk berlibur tidak selalu hilang ketika kondisi keuangan sedang menuntut penghematan. Sebagian wisatawan justru mulai mengubah cara merencanakan perjalanan agar tetap bisa menikmati waktu libur tanpa mengganggu anggaran kebutuhan sehari-hari.

Perubahan tersebut terlihat dari pilihan transportasi, akomodasi, hingga destinasi wisata. Jika sebelumnya pesawat menjadi pilihan utama untuk perjalanan tertentu, kini kereta api atau kendaraan pribadi mulai dipertimbangkan sebagai alternatif yang lebih ekonomis.

Fenomena ini menjadi perhatian Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Dalam pemberitaan ANTARA pada 30 Oktober 2026, ia menyoroti kecenderungan wisatawan yang semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang selama perjalanan.

Wisatawan tidak selalu membatalkan rencana liburan. Sebaliknya, mereka menyesuaikan pilihan perjalanan agar pengeluaran tetap terkendali. Salah satunya dengan membandingkan biaya transportasi dan penginapan sebelum menentukan tujuan.

Transportasi dan Penginapan Jadi Pertimbangan Utama

Transportasi menjadi salah satu komponen yang paling diperhitungkan ketika menyusun anggaran liburan. Untuk perjalanan antarkota, kereta api dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menekan biaya sekaligus menghindari pengeluaran tambahan selama perjalanan.

Sementara itu, kendaraan pribadi memungkinkan keluarga atau kelompok teman berbagi biaya bahan bakar dan tol. Namun, pilihan tersebut tetap perlu dihitung dengan mempertimbangkan jarak, jumlah penumpang, serta biaya perjalanan secara keseluruhan.

Baca Juga:  Bensin di Indonesia Mahal? Coba Lihat 10 Negara Ini, Harganya Bikin Geleng-geleng!

Perubahan juga terjadi pada pilihan akomodasi. Vila yang dapat digunakan bersama keluarga atau teman mulai dipertimbangkan sebagai alternatif hotel. Dengan membagi biaya sewa, pengeluaran per orang berpotensi menjadi lebih ringan, terutama untuk perjalanan kelompok.

Meski demikian, wisatawan tetap perlu membandingkan harga berdasarkan jumlah penghuni, fasilitas, lokasi, dan biaya tambahan. Penginapan yang terlihat murah belum tentu menjadi pilihan paling hemat jika lokasinya jauh dari destinasi wisata.

Destinasi Dekat dan Perencanaan Jadi Kunci Liburan Hemat

Selain transportasi dan penginapan, pemilihan destinasi turut menentukan besarnya anggaran perjalanan. Wisatawan dapat mempertimbangkan tempat rekreasi yang lebih dekat dari tempat tinggal untuk mengurangi biaya perjalanan.

Bagi masyarakat Malang Raya, misalnya, pilihan wisata di sekitar Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang dapat menjadi alternatif sebelum merencanakan perjalanan ke luar daerah. Perjalanan singkat atau wisata satu hari juga bisa menjadi pilihan ketika waktu dan anggaran terbatas.

Penghematan dapat dilakukan dengan menyusun daftar kebutuhan, membandingkan harga tiket dan penginapan, serta menentukan batas pengeluaran harian. Wisatawan juga bisa mengurangi belanja suvenir atau aktivitas tambahan yang tidak masuk dalam prioritas perjalanan.

Di sisi lain, data pariwisata tidak menunjukkan bahwa seluruh wisatawan mengalami pola penghematan yang sama. ANTARA pada 2 November 2026 melaporkan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai 1.374,48 dolar AS per kunjungan pada triwulan III 2026, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga:  Pangeran William: Dukungan Publik Berarti Besar Bagi Keluarga Kerajaan di Tengah

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa perilaku belanja wisatawan memiliki karakteristik berbeda, bergantung pada segmen dan jenis perjalanannya. Kecenderungan berhemat pada sebagian wisatawan domestik tidak bisa langsung disamakan dengan pola pengeluaran wisatawan mancanegara.

Pada akhirnya, liburan hemat bukan berarti harus menghilangkan kenyamanan atau mengurangi pengalaman perjalanan. Kuncinya terletak pada kemampuan menentukan prioritas, menyesuaikan pilihan dengan kondisi keuangan, dan menghindari pengeluaran yang tidak direncanakan.

Dengan perencanaan yang lebih cermat, masyarakat tetap dapat menikmati waktu libur tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting lainnya. Sebab, perjalanan yang menyenangkan tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar uang yang dikeluarkan, tetapi juga oleh pengalaman yang diperoleh selama perjalanan.