SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Peluang usaha di sektor perumahan ternyata tidak sebatas pembangunan rumah dan bisnis properti. Terdapat lebih dari 174 subsektor turunan yang bisa dikembangkan menjadi ladang inovasi dan kewirausahaan, termasuk oleh kalangan mahasiswa.
Potensi tersebut diperkenalkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui program BTN Housingpreneur Batch 3 di Auditorium Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan menghadirkan beberapa narasumber utama untuk memberikan pemahaman mengenai konsep rumah serta housingpreneur.
Di antaranya Kepala Laboratorium Arsitektur Nusantara Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Dr.techn. Ar. Ir. Yusfan Adeputera Yusran, ST., MT. Ars., IPM, ASEAN Eng., IAI, GP.; Founder & Principal F_Architech.Indonesia Ar. Arqom Faqihuddin, ST., IAI.; serta Founder PT Bagus Permata Biru, Juara 3 Affordable House Development Kategori Established Business BTN Housingpreneur 2025 Bagus Salam Azizi.
Program BTN Housingpreneur 2026 ini menjadi ajang untuk menggali ide kreatif mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya model bisnis baru yang berkaitan dengan kebutuhan hunian masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatim Bali Nusra) Bagus Hendri Setiawan mengatakan, sektor perumahan memiliki ekosistem bisnis yang sangat luas. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menciptakan usaha dari berbagai bidang keilmuan.
Menurutnya, inovasi tidak harus selalu berkaitan dengan pembangunan fisik rumah. Mahasiswa dapat mengembangkan gagasan melalui desain, teknologi digital, material bangunan, maupun berbagai layanan pendukung kebutuhan hunian. “Kami tidak datang dengan membawa solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada teman-teman, solusi apa yang kalian punya,” ujar Bagus, Senin (2/11/2026).
Pihaknya menegaskan, BTN ingin membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat sektor perumahan dari perspektif yang lebih luas. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pencari peluang kerja, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan usaha melalui inovasi yang dikembangkan.
Dalam Program BTN Housingpreneur Batch 3, BTN menargetkan sekitar 1.500 submission selama periode pendaftaran 28 September hingga 30 November 2026. Namun, jumlah peserta bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kualitas ide, potensi pengembangan, dan dampak nyata bagi masyarakat menjadi aspek yang turut diperhatikan.
Peserta terpilih akan memperoleh pendampingan melalui mentoring dan coaching bersama praktisi berpengalaman. Mereka juga mendapatkan pembekalan penyusunan model bisnis menggunakan business model canvas serta kesempatan mengikuti networking dan business matching.

Bagus pun mengingatkan mahasiswa agar tidak minder maupun pesimis ketika gagasan yang dimiliki masih sederhana atau belum diwujudkan dalam bentuk produk. “Jangan takut apabila ide kalian masih kecil, belum punya bisnis, atau prototipenya belum sempurna. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah ide,” ujar Bagus.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H.,M.H., menilai program BTN Housingpreneur Batch 3 memberikan manfaat bagi pengembangan pola pikir kewirausahaan mahasiswa.
“Keterlibatan BTN memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali peluang di sektor properti dan perumahan yang selama ini mungkin belum banyak dijajaki,” tutur Noerdajasakti.
Melalui kegiatan BTN Housingpreneur Batch 3 ini, pihaknya berharap mahasiswa mampu menerjemahkan persoalan kebutuhan hunian menjadi gagasan usaha yang inovatif. Dengan dukungan pengembangan bisnis dan jejaring industri, ide-ide tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi masyarakat.
Sedangkan Kepala Laboratorium Arsitektur Nusantara Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Dr.techn. Ar. Ir. Yusfan Adeputera Yusran, ST., MT. Ars., IPM, ASEAN Eng., IAI, GP. mengatakan, bahwa program BTN Housingpreneur Batch 3 merupakan langkah konkret untuk menampung ide-ide brilian dari para mahasiswa.
“Ide-ide dari mahasiswa ini, mereka butuh challenge. Apalagi sekarang para Gen Z itu mereka benar-benar butuh tempat untuk mengemukakan idenya. Dengan posisi strategis yang dimiliki UB, program ini merupakan jemput bola yang cantik dari BTN,” kata Yusfan.
Menurutnya, setiap orang akan membutuhkan rumah dan hal itu membuat ide-ide terkait konsep rumah serta bisnis properti tidak akan pernah mati. Oleh karena itu, dengan program BTN Housingpreneur Batch 3 merupakan langkah yang tepat untuk menggali ide-ide baru dalam pengembangan konsep serta bisnis properti.
“Kali ini BTN mencoba menggali potensi-potensi lokal di setiap daerah, dengan kemampuan dari calon pemiliknya, itu adalah jalan untuk melihat potensi tersebut. Sehingga ide-ide yang mungkin kecil dari mahasiswa ini bisa jadi itu menjadi tren yang akan bagus di masa mendatang,” pungkas Yusfan.













