SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah The 25th Malaysia-Indonesia International Conference on Economics, Management, and Accounting (MIICEMA) pada 24–25 September 2026. Forum akademik ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan mitra perguruan tinggi dari Malaysia, Indonesia, serta sejumlah negara lain untuk memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi.
Mengangkat tema “Towards Sustainable Futures: Transformative Business, Education, and Governance in the Era of the Sustainable Development Goals”, MIICEMA ke-25 tidak hanya menjadi ruang presentasi hasil penelitian. Forum tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan kerja sama akademik dan mobilitas mahasiswa antara Indonesia dan Malaysia.
Lebih dari 80 Paper Masuk MIICEMA ke-25
Ketua Pelaksana MIICEMA ke-25, Vika Anisa Prasetyo, Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama akademik Malaysia-Indonesia yang dinaungi Faculty of Economics and Management (FEP), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM menjadi salah satu anggota MIICEMA dan mendapat kesempatan menjadi penyelenggara tahun ini. Menurut Vika, lebih dari 80 paper masuk dalam penyelenggaraan MIICEMA 2026.
“Alhamdulillah karena ada lebih dari 80 paper yang masuk ke MIICEMA pada tahun ini. Harapannya, kerja sama antara Malaysia dan Indonesia bisa berjalan dengan baik, khususnya antara UKM dan UM,” ujar Vika.
Rangkaian kegiatan juga mencakup international conference dan inbound mobility yang melibatkan mahasiswa FEP UKM. Pola kerja sama tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik di negara mitra.
UKM Dorong Riset dan Mobilitas Akademik
Wakil Dekan III FEB UM, Prof. Imam Mukhlis, M.Si., mengatakan penyelenggaraan MIICEMA menjadi bagian dari upaya UM memperluas jejaring dengan perguruan tinggi internasional. Forum ini sekaligus membuka kesempatan bagi sivitas akademika untuk melihat perkembangan ekonomi, manajemen, dan akuntansi dari perspektif lintas negara.
Dari pihak UKM, Dean of Faculty of Economics and Management, Prof. Dr. Mohd Azlan Shah, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kerja sama yang telah dibangun melalui MIICEMA.
Sejak 2023, UKM disebut telah mendukung 30 matching grants yang melibatkan peneliti UKM dan perguruan tinggi mitra di Indonesia. Total pendanaan yang disebut mencapai sekitar RM150.000, dengan kolaborasi diarahkan pada riset, publikasi, pertukaran pengetahuan, dan mobilitas mahasiswa.
Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa hubungan akademik Malaysia-Indonesia tidak hanya berlangsung dalam bentuk konferensi, tetapi juga dapat berkembang melalui penelitian bersama dan pertukaran akademik.
MIICEMA Selaras dengan SDG 17
Rektor UM, Prof. Hariyono, menilai MIICEMA menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas jejaring internasional universitas. Kehadiran pembicara dari Malaysia, Indonesia, Tiongkok, dan Jepang turut memperluas perspektif yang dibawa dalam forum tersebut.
Penyelenggaraan MIICEMA ke-25 juga berkaitan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan. Kolaborasi antarperguruan tinggi, riset bersama, mobilitas akademik, dan pertukaran pengetahuan menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan lintas negara.
Melalui forum ini, UM memperkuat perannya sebagai salah satu ruang pertemuan akademik internasional di Malang. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk penelitian, publikasi, pendidikan, dan program akademik lainnya.
Kerja sama tersebut juga menempatkan pendidikan tinggi dalam konteks pembangunan berkelanjutan, yang mencakup penguatan pendidikan, riset, serta kemitraan antarlembaga.
Konsep kemitraan pembangunan yang menjadi bagian dari SDG 17 sendiri menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Informasi mengenai tujuan tersebut dapat dipelajari lebih lanjut melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.














