SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Pemerintah Kota Malang mencanangkan program Gerak Penting (Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu/AKI, Angka Kematian Bayi/AKB, dan stunting) dengan fokus pada deteksi dini kehamilan yang tidak terpantau atau “kehamilan tersembunyi”.
Program ini diluncurkan dalam kegiatan yang digelar di Atria Hotel Malang, Selasa (5/5/2026), sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di Kota Malang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan kehamilan tersembunyi masih menjadi persoalan karena kerap luput dari pemantauan.
“Seringkali kehamilan tidak terpantau karena secara fisik tidak terlihat jelas. Akibatnya, ibu tidak melakukan pemeriksaan dan baru diketahui saat persalinan, sehingga berisiko tinggi,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Malang mengoptimalkan peran 16 puskesmas sebagai garda terdepan deteksi dini di masyarakat. Penguatan layanan juga melibatkan dokter spesialis, baik obstetri dan ginekologi maupun spesialis anak, guna meminimalkan risiko pada ibu dan bayi.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan keberhasilan program ini bergantung pada sinergi semua pihak, tidak hanya tenaga medis.
“Kolaborasi menjadi kunci. Semua pihak harus terlibat untuk memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya kasus kematian ibu pascamelahirkan yang dinilai seharusnya bisa dicegah dengan dukungan fasilitas kesehatan saat ini.
Pemkot Malang menargetkan penurunan angka kematian ibu dan bayi hingga mendekati nol persen melalui program ini. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.
“Ibu adalah fondasi utama pembangunan. Dari ibu yang sehat akan lahir generasi yang kuat,” pungkas Ali.
Pewarta: *Ali Halim


















