Tekno  

Ponsel Bisa Disadap Tanpa Diketahui, Ini 7 Cara Sederhana Melindunginya

SUARAMALANG.COM – Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi pengingat pentingnya keamanan komunikasi digital. Pengguna ponsel juga perlu memahami risiko penyadapan dan cara mengantisipasinya.

Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah nomor telepon sepanjang 2025 hingga 2026. Salah satu nomor yang menjadi sasaran dugaan tersebut milik Presiden Prabowo.

Dalam perkara ini, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka diduga memasukkan sejumlah nomor telepon ke server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa prosedur verifikasi.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa penyadapan tidak selalu melibatkan aplikasi mata-mata yang terpasang langsung pada ponsel. Karena itu, masyarakat perlu memperkuat keamanan perangkat dan akun digitalnya.

7 Cara Sederhana Mencegah Ponsel Disadap

1. Rutin Memperbarui Sistem Operasi

Jangan mengabaikan pemberitahuan pembaruan Android maupun iOS. Pembaruan sistem biasanya membawa perbaikan keamanan untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan pelaku.

Pastikan ponsel menggunakan versi sistem operasi yang masih mendapat dukungan keamanan dari produsennya.

2. Hindari Mengunduh Aplikasi Sembarangan

Jangan sembarangan memasang aplikasi dari tautan pesan atau situs tidak dikenal. Gunakan Google Play Store atau Apple App Store untuk mengunduh aplikasi.

Selain itu, hindari aplikasi modifikasi yang menjanjikan fitur tambahan. Aplikasi semacam ini berpotensi membawa malware atau perangkat lunak pengintai.

3. Periksa Izin Kamera dan Mikrofon

Periksa aplikasi yang memiliki akses ke kamera, mikrofon, lokasi, kontak, dan pesan. Cabut izin aplikasi yang tidak membutuhkan akses tersebut.

Pada Android, pengguna juga perlu memeriksa izin Accessibility dan administrator perangkat. Sementara pengguna iPhone dapat memeriksa profil konfigurasi dan pengelolaan perangkat.

Baca Juga:  iOS 18: Transformasi Besar, iPhone Makin Mirip Android?

4. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Lindungi akun WhatsApp, Google, Apple, dan email menggunakan autentikasi dua faktor. Fitur ini menambah lapisan keamanan ketika seseorang mencoba mengambil alih akun.

Jangan pernah membagikan kode OTP kepada orang lain. Gunakan passkey atau aplikasi autentikator jika layanan mendukungnya.

5. Periksa Perangkat yang Terhubung

Pengguna WhatsApp perlu memeriksa menu Perangkat Tertaut secara berkala. Keluarkan perangkat yang tidak dikenal atau tidak lagi digunakan.

Lakukan pemeriksaan serupa pada akun Google dan Apple. Pastikan tidak ada perangkat asing yang memiliki akses ke akun pribadi.

6. Gunakan Aplikasi Komunikasi Terenkripsi

Pilih aplikasi komunikasi yang menyediakan enkripsi end-to-end. Signal dan WhatsApp merupakan dua contoh layanan dengan perlindungan tersebut.

Enkripsi membantu mencegah pihak lain membaca isi komunikasi selama proses pengiriman. Namun, teknologi ini tidak melindungi pesan jika perangkat pengirim atau penerima sudah terinfeksi spyware.

7. Hindari Jaringan dan Tautan Mencurigakan

Jangan sembarangan membuka tautan dari nomor tidak dikenal. Waspadai pesan yang meminta pengguna memasukkan kata sandi atau mengunduh file tertentu.

Selain itu, hindari mengakses layanan sensitif melalui Wi-Fi publik yang tidak tepercaya. Gunakan jaringan pribadi ketika mengakses informasi penting.

Kenali Gejala Ponsel yang Mencurigakan

Pengguna juga perlu memperhatikan perubahan aktivitas perangkat. Beberapa gejala dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan keamanan.

  • Baterai cepat habis meski penggunaan normal.
  • Ponsel sering panas tanpa aktivitas berat.
  • Konsumsi data internet meningkat secara tidak wajar.
  • Muncul aplikasi yang tidak pernah dipasang.
  • Indikator kamera atau mikrofon aktif tanpa alasan jelas.
  • Muncul aktivitas login dari perangkat asing.
Baca Juga:  Ramadhan Berkah: Gerhana Bulan Hiasi Langit Indonesia, Catat Tanggal dan Lokasinya!

Meski demikian, gejala tersebut tidak otomatis membuktikan adanya penyadapan. Gangguan baterai, aplikasi, dan sistem operasi juga bisa menimbulkan kondisi serupa.

Enkripsi Ponsel Tidak Menjamin Bebas Penyadapan

Pengguna perlu memahami bahwa keamanan perangkat dan keamanan jaringan merupakan dua hal berbeda. Enkripsi aplikasi tidak otomatis melindungi seluruh aktivitas komunikasi.

Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo memperlihatkan pentingnya aspek keamanan pada infrastruktur telekomunikasi. Intersepsi tertentu dapat berlangsung melalui jaringan operator tanpa memasang aplikasi mata-mata pada ponsel sasaran.

Karena itu, langkah pengamanan perangkat tetap penting, tetapi tidak bisa menjamin perlindungan mutlak dari seluruh metode penyadapan.

Pengguna sebaiknya rutin memeriksa keamanan ponsel, memperbarui sistem, serta membatasi akses aplikasi. Kesadaran digital menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko kebocoran informasi pribadi.