SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Malang Raya kembali mengalami perubahan lokasi. Setelah dua kali bergeser, kini kawasan Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, menjadi kandidat terkuat.
Perubahan ini terjadi setelah lokasi sebelumnya di Pakis dinyatakan tidak layak. Kawasan tersebut masuk zona Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menjelaskan hal tersebut. Ia menyebut rekomendasi dari Lanud Abdulrachman Saleh menjadi dasar keputusan.
“Awalnya kami optimis di Pakis. Tetapi ternyata masuk zona penerbangan, sehingga tidak bisa digunakan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Lokasi Berulang Kali Berubah
Sebelumnya, proyek ini sempat direncanakan di TPA Supit Urang, Kota Malang. Namun keterbatasan infrastruktur membuat lokasi tersebut tidak memenuhi syarat.
Pemerintah pusat bersama tiga kepala daerah lalu mengalihkan rencana ke Pakis. Setelah kembali gagal, pencarian lokasi alternatif dilakukan.
Kini, Bululawang muncul sebagai opsi paling memungkinkan. Lokasinya dinilai masih dekat dengan wilayah aglomerasi Malang Raya.
“Lokasi harus dekat kota. Kalau terlalu jauh, pengelolaan tidak maksimal,” jelas pria yang akrab disapa Afi tersebut.
Tiga Titik Lahan Mulai Dikaji
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang kini mengidentifikasi tiga titik potensial di Bululawang. Tim gabungan dari kementerian telah meninjau lokasi tersebut.
Peninjauan dilakukan awal April 2026 bersama sejumlah pihak terkait. Hasilnya kini tinggal menunggu penetapan resmi.
“Tinggal menunggu mana yang akan ditetapkan,” imbuh Afi.
Lahan yang disiapkan mayoritas merupakan tanah kas desa. Skema ini dinilai lebih fleksibel untuk mempercepat proses.
“Nanti bisa tukar guling, kerja sama, atau sewa,” katanya.
Butuh Lahan Minimal 5 Hektare
Pemerintah pusat mensyaratkan luas lahan minimal 5 hektare. Salah satu lokasi di Desa Sempalwadak memiliki luas sekitar 6 hektare.
Jika lokasi sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan, tahapan berikutnya segera berjalan. Pemerintah akan fokus pada penyiapan lahan.
Termasuk pembangunan akses jalan dan pematangan area proyek. Tahap ini menjadi kunci sebelum konstruksi dimulai.
Anggaran Capai Rp3 Triliun
Bupati Malang, Sanusi, membenarkan Bululawang menjadi opsi terkuat saat ini. Ia juga menegaskan proyek masih terus berproses.
Penolakan dari pihak Lanud Abdulrachman Saleh menjadi alasan utama gugurnya Pakis. Pemerintah kini melengkapi berbagai persyaratan administratif.
Persetujuan DPRD menjadi salah satu syarat yang masih diproses. Selain itu, kajian teknis terus dilakukan.
Proyek PSEL ini diperkirakan menelan anggaran Rp2 hingga Rp3 triliun. Sejumlah pihak, termasuk Universitas Brawijaya, turut dilibatkan dalam survei lokasi.
