Tim Nauthera UM Raih Juara Harapan II KKI Berkat Inovasi Panas Buang Mesin

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Tim Nauthera Universitas Negeri Malang (UM) meraih Juara Harapan II kategori Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI). Tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM itu mengembangkan sistem yang memanfaatkan panas buang mesin sebagai sumber energi untuk absorption chiller.

Inovasi tersebut dirancang untuk membantu mendinginkan udara intake mesin sekaligus memanfaatkan energi panas yang sebelumnya terbuang. Konsep ini diharapkan dapat mengurangi beban sistem pendinginan konvensional dan membuka peluang penerapan teknologi yang lebih efisien pada sistem kapal.

Manfaatkan Panas Buang untuk Sistem Pendinginan

Tim Nauthera beranggotakan Leli Devina Yanti Amelia, Azzah Hanin Luthfi Awilah, Muhammad Fathi Farhad, Hilmy Haidar Aldiansyah, dan Stephen Patulian Nadeak. Tim tersebut mendapat bimbingan dari Dr. Hafizh Prihtiadi, M.Si.

Leli menjelaskan, gagasan tim dikembangkan dengan mempertimbangkan kemungkinan penerapannya pada sistem kapal. Menurutnya, inovasi tidak hanya diarahkan untuk menunjukkan konsep teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek penerapan di lapangan.

“Keunggulannya adalah mengurangi beban pendinginan konvensional sekaligus memanfaatkan energi yang sebelumnya terbuang. Poin pentingnya, inovasi ini tetap mempertimbangkan penerapan yang realistis pada sistem kapal,” jelas Leli.

Baca Juga:  OSN 2026 di UMM, Juara Nasional Disiapkan ke Kompetisi Internasional

Pengembangan sistem dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari studi konsep, perancangan dan pembuatan sistem, simulasi, hingga evaluasi serta penyempurnaan. Tim juga menghadapi tantangan untuk memastikan setiap komponen dan aliran sistem bekerja sesuai rancangan serta menghasilkan performa yang sejalan dengan konsep inovasi.

Jadi Pengalaman Mengembangkan Teknologi Kapal

Rangkaian pengembangan tersebut memberi pengalaman kepada mahasiswa untuk menguji gagasan secara lebih konkret. Proses perancangan dan simulasi menjadi bagian penting dalam melatih kemampuan tim mengembangkan solusi teknologi, bukan sekadar menyusun konsep di atas kertas.

Capaian di KKI juga menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi Tim Nauthera. Leli mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh setelah melalui proses persiapan dan pengembangan inovasi.

“Kami sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan II. Hasil ini menjadi pengalaman sekaligus motivasi bagi kami untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan mengikuti kompetisi maupun pengembangan inovasi berikutnya,” ungkapnya.

Selama proses persiapan hingga kompetisi, tim mendapat dukungan UM berupa fasilitas, arahan dosen pembimbing, serta pendampingan pengembangan inovasi. Dukungan tersebut membantu tim menyelesaikan rancangan hingga dapat dipresentasikan dalam ajang KKI.

Prestasi tersebut menambah catatan pendidikan dan inovasi mahasiswa di Malang, khususnya dalam pengembangan teknologi yang berkaitan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga:  Terungkap! Ini Penyebab Menu MBG di Kabupaten Malang Dinilai Tak Ideal

Targetkan Bisa Diterapkan pada Kapal Sebenarnya

Tim Nauthera berharap inovasi pemanfaatan panas buang mesin tidak berhenti sebagai konsep untuk kebutuhan kompetisi. Pengembangan lanjutan diarahkan agar sistem dapat dibuat lebih efisien dan memiliki peluang penerapan pada kapal sebenarnya.

“Harapannya, inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai konsep lomba, tetapi bisa terus dikembangkan menjadi sistem yang lebih efisien dan dapat diterapkan pada kapal sebenarnya,” pungkas Leli.

Pemanfaatan energi panas yang sebelumnya terbuang juga berkaitan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta tujuan 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.