UB dan DEN Dorong Peran Riset Kampus dalam Transisi Energi Nasional

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) membahas arah kebijakan energi nasional dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi di Gedung Fakultas Kedokteran UB, Jumat (16/10/2026). Forum ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas untuk memperluas pemahaman mengenai ketahanan energi, target energi baru terbarukan (EBT), dan percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Anggota DEN, Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc., Ph.D., menjelaskan perubahan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dari Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 menjadi PP Nomor 40 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan terbaru tersebut membawa strategi besar untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

Target Energi Terbarukan dan Akselerasi PLTS

Satya mengatakan Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060, dengan puncak emisi pada 2035. Pemerintah juga menargetkan kontribusi EBT mencapai 70–72 persen pada 2060 untuk menekan emisi karbon.

Untuk mencapai target tersebut, DEN mendorong perubahan penggunaan energi di berbagai sektor. Industri perlu beralih dari batu bara ke gas, sektor transportasi dapat memanfaatkan bahan bakar nabati dan kendaraan listrik, sedangkan rumah tangga didorong beralih dari LPG ke kompor listrik.

Satya juga memaparkan program percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan pada 25 Agustus 2026. Program tersebut mencakup PLTS di darat, PLTS atap, dan PLTS terapung. Pemerintah memperkirakan program ini berpotensi menghemat Rp73,9 triliun per tahun sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 140 juta ton CO₂.

Baca Juga:  Pembelajaran Digital, Konferensi Internasional ELT 2025 Bahas Teori Connectivism

Salah satu proyek yang disebut dalam pemaparannya adalah PLTS Karangkates dengan kapasitas sekitar 133 megawatt peak (MWp). Saat kegiatan berlangsung, progres proyek tersebut dilaporkan telah mencapai 56 persen.

Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Imam Asrori, menjelaskan kesiapan jaringan distribusi listrik di wilayah tersebut. PLN UID Jawa Timur memiliki 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), melayani 14,8 juta pelanggan, serta mengelola 116 gardu induk dan 1.713 penyulang.

Imam menyebut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 turut mengarahkan pengembangan sistem kelistrikan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu strategi PLN ialah mengembangkan green enabler supergrid untuk membangun sistem tenaga listrik yang bersih, andal, dan tangguh.

UB Perkuat Kontribusi Riset dan Inovasi Energi

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., mengapresiasi kolaborasi dengan DEN dalam penyebarluasan kebijakan energi nasional. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menyebarkan hasil riset, dan melahirkan inovasi untuk menjawab tantangan sektor energi.

Baca Juga:  MIICEMA ke-25 Digelar di UM, Perkuat Jejaring Akademik Malaysia-Indonesia

“Energi merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Tantangan ketahanan energi, peningkatan kebutuhan energi, dan percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih memerlukan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” ujar Unti.

UB mendorong dosen dan mahasiswa memahami arah KEN sekaligus berkontribusi melalui penelitian dan inovasi. Fokus yang disebutkan mencakup pengembangan teknologi, efisiensi energi, energi terbarukan, serta solusi untuk berbagai persoalan sektor energi.

Kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai kebijakan energi sekaligus membuka ruang kontribusi akademik terhadap agenda ketahanan energi Indonesia.