SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Penelitian Universitas Brawijaya (UB) mengungkap potensi risiko emisi insinerator di TPA Tlekung terhadap kualitas udara dan kesehatan pekerja, seiring meningkatnya volume sampah di Kota Batu dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, timbulan sampah di Kota Batu mengalami kenaikan dari 52.062,68 ton pada 2023 menjadi 52.063,84 ton pada 2024, dengan seluruh pengelolaan terpusat di TPA Tlekung.
Emisi Insinerator TPA Tlekung dan Risiko Kesehatan
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UB, Aulia Nur Mustaqiman, Ph.D., menyoroti penggunaan insinerator sebagai metode pengolahan sampah yang dinilai efektif dalam mengurangi volume, namun memiliki konsekuensi terhadap lingkungan.
Proses pembakaran tersebut berpotensi menghasilkan polutan udara, terutama partikulat (PM), yang dapat membahayakan kesehatan, khususnya bagi pekerja di sekitar lokasi.
“Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kuantitatif terkait kontribusi emisi insinerator terhadap penurunan kualitas udara di sekitar TPA Tlekung, sekaligus melihat implikasinya terhadap kesehatan pekerja,” ujar Aulia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pemodelan gaussian plume untuk menganalisis konsentrasi dan sebaran polutan di udara.
Data lapangan dikumpulkan melalui pengukuran langsung emisi cerobong sesuai standar SNI, kemudian dikombinasikan dengan data meteorologi dan topografi yang diolah menggunakan metode AERMET dan AERMAP.
Rekomendasi Teknis dan Perbaikan Pengelolaan
Aulia menegaskan bahwa hasil riset tersebut tidak hanya berhenti pada aspek akademik, tetapi diharapkan menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan teknis.
“Mulai dari optimalisasi desain cerobong, pengendalian emisi, hingga langkah mitigasi dampak kesehatan perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Rekomendasi tersebut mencakup perbaikan sistem pengendalian emisi serta strategi mitigasi risiko bagi pekerja yang terpapar langsung.
Selain itu, penelitian ini juga menjadi sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, khususnya di bidang Teknik Lingkungan, yang terlibat langsung dalam proses pengambilan data dan analisis lapangan.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam menangani persoalan lingkungan yang nyata.
Pada akhirnya, riset ini mencerminkan upaya integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah dan perlindungan kesehatan publik di wilayah Malang Raya























