Cegah ISPA Saat Musim Pancaroba, Ini Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh

Menjaga kebersihan tangan, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan tidur cukup menjadi bagian dari upaya mencegah ISPA selama musim pancaroba.

SUARAMALANG.COM, KESEHATAN – Perubahan cuaca yang tidak menentu saat musim pancaroba membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, dan batuk. Menjaga kebersihan diri, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta tidur cukup menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko infeksi.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga bagian saluran pernapasan bawah. Penyebabnya dapat berupa virus maupun bakteri, dengan gejala yang bervariasi, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam.

Pada April 2026, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ISPA selama musim pancaroba. Upaya pencegahan yang disarankan meliputi menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker di tempat berisiko.

Perubahan cuaca bukan satu-satunya penyebab seseorang mengalami ISPA. Penularan juga dipengaruhi oleh paparan virus atau bakteri, kondisi lingkungan, ventilasi ruangan, dan kontak dengan orang yang sedang sakit.

1. Jaga Kebersihan Tangan dan Etika Batuk

Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan ISPA adalah membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Tangan dapat membawa kuman setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum membersihkan tangan, terutama setelah bepergian atau berada di tempat ramai.

Selain itu, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku ketika batuk dan bersin. Buang tisu bekas ke tempat sampah, kemudian bersihkan tangan.

Jika sedang mengalami gejala gangguan pernapasan, gunakan masker ketika berada di dekat orang lain, terutama anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit kronis.

2. Penuhi Nutrisi dengan Makanan Bergizi Seimbang

Menjaga daya tahan tubuh tidak harus dilakukan dengan mengonsumsi suplemen mahal. Memenuhi kebutuhan gizi harian melalui makanan yang beragam merupakan langkah penting untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Usahakan menu sehari-hari mencakup sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan, serta lemak sehat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Protein dapat diperoleh dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sementara itu, sayuran dan buah menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga:  Bersama PMI, Alfamart Kumpulkan 26 Ribu Kantong Darah di 34 Daerah

Pastikan juga kebutuhan cairan terpenuhi. Minumlah air secara teratur, terutama setelah beraktivitas atau ketika tubuh kehilangan banyak cairan.

Suplemen vitamin tidak selalu diperlukan jika kebutuhan gizi sudah terpenuhi melalui makanan. Jika ingin mengonsumsi suplemen, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, atau orang dengan penyakit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

3. Cukupi Waktu Tidur dan Tetap Aktif

Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan selama musim pancaroba.

Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kebutuhan tidur anak-anak dan remaja berbeda sesuai kelompok usia.

Selain tidur cukup, lakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan. Berjalan kaki, bersepeda santai, atau melakukan peregangan dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran.

Ketika cuaca tidak mendukung aktivitas di luar ruangan, olahraga ringan dapat dilakukan di dalam rumah. Namun, jika sedang demam atau merasa sangat lemas, prioritaskan istirahat dan hindari memaksakan aktivitas fisik.

4. Gunakan Masker dan Perhatikan Ventilasi Ruangan

Risiko penularan infeksi pernapasan dapat meningkat ketika banyak orang berkumpul di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk.

Karena itu, pastikan rumah, ruang kerja, dan ruang belajar memiliki ventilasi yang memadai. Jika memungkinkan, buka jendela untuk membantu pertukaran udara.

Penggunaan masker juga perlu dipertimbangkan ketika berada di tempat ramai, ruang tertutup yang padat, atau saat berinteraksi dengan orang yang mengalami batuk dan pilek.

Bagi masyarakat yang sedang sakit, mengurangi kontak dekat dengan orang lain dan beristirahat di rumah dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Vaksinasi juga dapat menjadi bagian dari perlindungan terhadap penyakit pernapasan tertentu, termasuk influenza. Jenis dan jadwal vaksin yang sesuai dapat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

5. Kenali Gejala dan Jangan Sembarangan Minum Antibiotik

Gejala ISPA dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan yang umum meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, dan rasa tidak nyaman pada saluran pernapasan.

Baca Juga:  Jajuk Rendra Gandeng Polisi dan PMI Tingkatkan Kompetensi Sopir Ambulans Malang Raya

Sebagian infeksi pernapasan ringan dapat membaik dengan istirahat dan perawatan di rumah. Namun, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami komplikasi dari infeksi tertentu.

Masyarakat juga tidak disarankan mengonsumsi antibiotik tanpa resep atau anjuran tenaga medis. Antibiotik digunakan untuk menangani infeksi bakteri tertentu dan tidak bekerja untuk mengatasi infeksi virus, seperti sebagian besar kasus flu.

Jika gejala menetap, semakin berat, atau menimbulkan kekhawatiran, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Lindungi Keluarga dengan Kebiasaan Sehat

Pencegahan ISPA selama musim pancaroba perlu dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Mencuci tangan, menjaga etika batuk, mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan memperhatikan sirkulasi udara merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah maupun di tempat kerja.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kelompok rentan di lingkungan keluarga. Anak-anak dan lansia sebaiknya mendapatkan asupan gizi, waktu istirahat, serta perawatan yang sesuai kebutuhan.

Informasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit pernapasan dapat dipelajari melalui sumber kesehatan resmi, seperti Kementerian Kesehatan RI. Dengan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, risiko penularan dapat dikurangi dan kesehatan keluarga lebih terjaga selama perubahan musim.