SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kasus penipuan pernikahan di Kota Malang terus berkembang dengan fakta baru. Korban, Intan Anggraeni, mulai menceritakan kronologi kejadian secara runtut.
Ia mengenal Rey pada Februari 2026. Rey langsung membangun kedekatan dengan sikap perhatian dan meyakinkan.
Rayuan Kemewahan dan Pelunasan Utang
Rey aktif menawarkan kehidupan mewah kepada Intan. Ia menjanjikan mobil hingga rumah sebagai bukti keseriusan.
“Saya dijanjikan mobil Lamborghini putih, katanya sudah lunas,” ujar Intan.
Ia juga menyebut rumah di Polehan akan dibeli atas namanya. Rey bahkan melunasi utang Intan. Tindakan itu membuat kepercayaan korban semakin kuat.
Rencana Pernikahan hingga Paspor
Rey terus mempercepat rencana pernikahan. Ia mengajak Intan menyiapkan kehidupan setelah menikah.
“Dia minta saya bikin paspor untuk bulan madu ke luar negeri,” kata Intan. Ia mengikuti permintaan tersebut tanpa curiga.
Janji perjalanan dan masa depan membuat Intan mantap menikah. Prosesi berlangsung pada 3 April 2026 di rumahnya.
Fakta Terbongkar Saat Malam Pertama
Keanehan mulai muncul saat akad berlangsung. Rey hanya menyerahkan mahar Rp100 ribu.
Kecurigaan Intan memuncak pada malam pertama. Ia menemukan fakta bahwa Rey bukan laki-laki seperti pengakuannya.
Laporan Polisi dan Trauma Korban
Keluarga langsung membawa kasus ini ke Polresta Malang Kota. Mereka melaporkan dugaan pemalsuan identitas dan penipuan.
Intan kini menjalani pendampingan keluarga. Ia masih mengalami tekanan psikologis akibat kejadian tersebut.
“Dia sempat mengancam akan melaporkan saya balik ke polisi. Saya takut dan trauma,” ujar Intan.
























