SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten Malang kembali menggelar program Subuh Keliling (Shuling) di Masjid Baitus Said, Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen, Jumat (10/4/2026), setelah sempat terhenti selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang dipimpin Bupati Malang Sanusi bersama Sekretaris Daerah Budiar ini menjadi titik awal pelaksanaan Shuling pasca-Ramadhan, sekaligus menghadirkan layanan publik langsung bagi masyarakat.
Shuling Hadirkan Layanan Terpadu untuk Warga
Selain ibadah berjamaah, program Shuling juga diintegrasikan dengan berbagai pelayanan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, perizinan, hingga bazar murah yang menyasar kebutuhan warga setempat.
Dalam arahannya, Bupati Malang menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan keberlanjutan kegiatan keagamaan tersebut.
“Syukur alhamdulillah, kegiatan Shuling ini bisa kembali digelar dengan tetap penuh semangat setelah berhenti sepanjang memasuki bulan Puasa Ramadhan. Semoga kita yang saat ini hadir bersama-sama, semuanya diberikan berkah dan barokahnya dari Allah SWT. Mudah-mudahan kegiatan ini juga mendapat ridho dari Allah SWT,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan takmir masjid, dilanjutkan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Malang, sebelum Bupati memberikan pengarahan kepada jamaah.
Bantuan Sosial dan Hibah Tempat Ibadah
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Malang juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi paket dari Baznas, dukungan dari Bank Jatim Cabang Kepanjen, hingga bantuan dari Perumda Tirta Kanjuruhan.
Selain itu, bantuan hibah untuk Masjid Baitus Said sebesar Rp20 juta turut diserahkan secara simbolis, bersama paket bantuan dari HKTI serta santunan jaminan sosial dari BPJS kepada ahli waris penerima manfaat.
Bupati Malang juga menyinggung kondisi global yang berdampak pada ekonomi, termasuk konflik di Timur Tengah yang berimbas pada sektor energi.
“Di Indonesia, pemerintah mengurangi beban BBM melalui WFH (work from home) tiap hari Jumat. Utamanya bagi ASN yang tidak bertugas melayani pelayanan ke masyarakat. Untuk mengurangi biaya penggunaan BBM,” tegasnya.
Penguatan Iman dan Efisiensi Energi
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi tersebut tidak berlaku bagi ASN di sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan, yang tetap menjalankan tugas secara normal.
Di sisi lain, kegiatan Shuling diharapkan menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat melalui pelayanan langsung di lapangan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh ulama setempat, dilanjutkan dengan peninjauan stan layanan publik yang disediakan di sekitar area masjid.
Program Shuling dinilai menjadi pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun pelayanan yang lebih responsif sekaligus memperkuat nilai sosial dan keagamaan di tingkat desa.























