Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

UM Malang Gelar Prolanis, Perkuat Deteksi Dini Penyakit Kronis di Lingkungan Kampus

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang mulai mengintensifkan layanan kesehatan preventif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Jumat (10/4/2026).

Program ini menjadi langkah awal penguatan deteksi dini penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperkolesterol, sekaligus menandai dimulainya layanan kesehatan terintegrasi yang direncanakan berlangsung secara rutin di lingkungan kampus.

Iklan

Prolanis Fokus Deteksi dan Pemantauan Penyakit

Dokter Poliklinik UM, Ifa Mufida menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan dasar bagi peserta.

“Kegiatan ini mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan asam urat. Seluruh proses dilakukan oleh tim tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum, perawat, hingga bagian administrasi dan publikasi,” ujarnya.

Setelah pemeriksaan, peserta menjalani pendataan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mereka, khususnya dalam menentukan apakah penyakit kronis yang diderita berada dalam kategori terkontrol atau tidak.

Basis Data untuk Layanan Berkelanjutan

Data hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam melakukan evaluasi dan pemantauan jangka panjang terhadap kondisi pasien.

Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas penanganan penyakit kronis yang membutuhkan kontrol rutin dan intervensi berkelanjutan.

Program Prolanis sendiri merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif dalam sistem layanan kesehatan.

Target Lansia dan Integrasi Layanan Kampus

Pada tahap awal, kegiatan ini menyasar kelompok lanjut usia dan pensiunan yang aktif di lingkungan UM, sebelum diperluas ke seluruh peserta Klinik Pratama UM.

Implementasi Prolanis juga menjadi bagian dari persiapan kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes 1).

Ke depan, UM menargetkan pengembangan layanan kesehatan kampus yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup civitas akademika.

Program ini sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mewujudkan kehidupan sehat dan kesejahteraan melalui layanan kesehatan yang inklusif dan terintegrasi.

Iklan
Iklan
Iklan