9 Tim Asia di Piala Dunia 2026: Terbanyak Sepanjang Sejarah — dan Dua di Antaranya Debutan

Iklan

SUARAMALANG.COM, Nasional – Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru bagi sepak bola Asia. Dengan format baru yang memperluas peserta dari 32 menjadi 48 tim, zona Asia (AFC) mendapatkan jatah slot langsung yang meningkat drastis dari 4,5 menjadi 8 tempat, ditambah satu jatah play-off antarkonfederasi. Hasilnya: sembilan tim Asia tampil di putaran final — jumlah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Yang lebih menarik, dua di antaranya adalah debutan — negara yang baru pertama kali dalam sejarahnya tampil di Piala Dunia. Uzbekistan dan Yordania menulis bab baru dalam sejarah sepak bola Asia. Sementara kekuatan lama seperti Jepang dan Korea Selatan kembali hadir dengan ambisi yang lebih besar dari sebelumnya.

Iklan

Jepang — Kandidat Kuat Menembus Perempat Final

Jepang bukan lagi tim Asia yang datang hanya untuk berpartisipasi. Setelah mencapai babak 16 besar di dua edisi terakhir, Samurai Biru kini mengincar sesuatu yang belum pernah dicapai tim Asia manapun: perempat final.

Di kualifikasi, Jepang tampil dominan. Jepang menjadi negara Asia pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan hanya menelan satu kekalahan sepanjang fase grup. Ini keikutsertaan ke-8 mereka secara berturut-turut di Piala Dunia — konsistensi yang tidak dimiliki tim Asia manapun saat ini.

Kekuatan utama Jepang ada di lini tengah yang sangat terorganisasi dan kemampuan transisi cepat yang sudah sangat dikenal pelatih-pelatih Eropa. Beberapa pemainnya bermain di liga-liga top Eropa dan membawa pengalaman yang sangat berharga. Jepang tergabung di Grup yang bersama tim-tim dari konfederasi lain — dan peluang mereka untuk keluar dari fase grup sangat besar.

Korea Selatan — Mengincar Ulangan Keajaiban 2002

Tidak ada tim Asia yang memiliki kenangan Piala Dunia seindah Korea Selatan. Semifinalis edisi 2002 itu kembali hadir dengan skuad yang semakin matang. Di kualifikasi, Korea Selatan tampil sangat meyakinkan — melaju mulus tanpa kekalahan di Grup B dan mengunci tiket lolos jauh sebelum matchday terakhir.

Ini menjadi keikutsertaan ke-12 Korea Selatan di Piala Dunia — rekor tersendiri di antara tim-tim Asia. Dengan pengalaman yang sangat kaya dan kombinasi pemain yang bermain di Premier League, Bundesliga, dan Ligue 1, Korea Selatan adalah salah satu tim Asia yang paling diwaspadai lawan.

Iran — Konsisten dan Berbahaya

Iran memastikan tiket lolos sebagai juara Grup A putaran ketiga kualifikasi dengan 23 poin. Ini menjadi penampilan kesepuluh mereka di Piala Dunia — bukti konsistensi yang tidak banyak negara Asia miliki.

Tim Melli, julukan Iran, dikenal dengan pertahanan yang sangat terorganisasi dan serangan balik yang efektif. Selain itu, Iran memiliki kedalaman skuad yang cukup baik dengan beberapa pemain yang bermain di liga-liga Eropa. Mereka bukan tim yang mudah dikalahkan oleh siapapun.

Uzbekistan — Debutan Pertama dari Asia Tengah

Sejarah baru tercipta. Uzbekistan untuk pertama kalinya dalam sejarahnya tampil di Piala Dunia setelah finis di posisi kedua Grup A di belakang Iran. Ini pencapaian yang sangat bersejarah bagi negara yang selama ini lebih dikenal sebagai kekuatan sepak bola regional Asia Tengah.

Kehadiran Uzbekistan membuktikan bahwa ekspansi format Piala Dunia ke 48 tim memberi ruang bagi negara-negara yang selama ini selalu tersingkir di gerbang terakhir. Meski datang sebagai tim yang belum berpengalaman di panggung Piala Dunia, kejutan dari tim debutan selalu menjadi bagian paling menarik dari turnamen ini.

Yordania — Debutan Kedua yang Penuh Kejutan

Bersama Uzbekistan, Yordania juga mencatat debut pertamanya di Piala Dunia 2026. Tim dari Timur Tengah ini lolos dari Grup B sebagai runner-up dengan 16 poin, mengalahkan persaingan ketat dari tim-tim yang lebih berpengalaman.

Keberhasilan Yordania mencapai Piala Dunia adalah cermin dari perkembangan pesat sepak bola di kawasan Arab. Dengan dukungan yang sangat besar dari suporter dan pemerintah, Yordania ingin membuktikan bahwa debut mereka bukan sekadar pelengkap kuota.

Australia — Menarget Babak 16 Besar Lagi

Australia lolos sebagai runner-up Grup C kualifikasi dengan 19 poin. Socceroos tergabung di Grup D Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat, Paraguay, dan Turki — grup yang sangat kompetitif tapi bukan tidak mungkin untuk ditembus.

Australia punya kenangan manis di Piala Dunia 2006 dan 2022 ketika keduanya berhasil mencapai babak 16 besar. Dengan tim yang semakin berkembang dan beberapa pemain kunci yang bermain di liga top Eropa, Australia realistis mengincar hasil yang sama.

Qatar, Arab Saudi, dan Irak — Misi Berbeda

Qatar tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan kini kembali dengan pengalaman yang jauh lebih kaya. Arab Saudi, yang mengejutkan Argentina di Piala Dunia 2022, ingin membuktikan hasil itu bukan sekadar keberuntungan. Sementara Irak lolos melalui jalur play-off antarkonfederasi dan membawa semangat yang sangat tinggi.

Ketiganya mewakili keberagaman yang sangat kaya dari sepak bola Asia — dari kekayaan investasi, sejarah tradisi, hingga semangat perjuangan.

Asia Makin Diperhitungkan Dunia

Sembilan tim Asia di satu turnamen adalah sinyal yang sangat jelas: sepak bola Asia bukan lagi kelas dua. Format baru Piala Dunia memberi ruang lebih luas, tapi tim-tim Asia juga memang semakin berkembang kualitasnya.

Jepang dan Korea Selatan sudah membuktikan mereka bisa bersaing dengan tim terbaik Eropa dan Amerika Latin. Uzbekistan dan Yordania membawa energi segar seorang debutan. Dan sembilan tim Asia di satu Piala Dunia — untuk pertama kalinya dalam sejarah — adalah momen yang layak diperingati, bukan sekadar dicatat.

Iklan
Iklan
Iklan