SUARAMALANG.COM, Kabupaten Jombang— Wisuda Akhirussanah ke-4 Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Hamalatul Qur’an Jogoroto, Kabupaten Jombang, digelar Kamis 02/07/2026.
Sebanyak 35 santri yang diwisuda, terdiri dari 19 santri tingkat wustho dan 16 santri tingkat ulya.
Dalam wisuda ini ditampilkan sejumlah wisudawan melakukan Syarhil Qur’an 5 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Jawa, dan Jambi. Syarhil Qur’an tersebut disampaikan oleh 7 wisudawan Wustho dan Ulya, dengan luwes dan kompak.
Penampilan Syarhil Quran 5 bahasa tersebut sebagai wujud bahwa santri Pondok Pesantren Salafiyah Hamalatul Qur’an, dapat bersaing di kancah internasional dengan cara menguasai beberapa bahasa asing, tanpa melupakan bahasa daerahnya masing-masing.
Penampilan Nasyid “Masyayikhi” dari teman-teman wisudawan juga dinyanyikan dengan sangat merdu. Diiringi pembacaan puisi yang menyentuh hati. Terekam beberapa hadirin meneteskan air matanya saat Nasyid tersebut dilantunkan.
Nasyid tampil sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada para guru yang telah mengajarkan banyak ilmu kepada murid-muridnya.
Selain Syarhil Qur’an juga dilakukan pembacaan kitab kuning dengan dalil Alfiyah ibn Malik yang disampaikan santri Irham Yudhistira dan dipandu oleh Ustadz Roisul Ma’had.
” Banyak pertanyaan Nahwu, Shorof, dan Fiqih yang bisa dijawab dengan cepat dan cermat oleh ananda. Lengkap dengan dalil dari bait Alfiyah Ibn Malik. Menunjukkan bahwasanya Pondok Pesantren Salafiyah Hamalatul Qur’an dapat mencetak generasi yang dapat berkontribusi dan manfaat di masyarakat kelak, ” ujar Pengasuh Ponpes Hamalatul Qur’an KH Ainul Qur’an, SQ.
Dalam wisuda Akhirussanah ini dihadiri KH. ‘Ainul Yaqin sebagai pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si, Wakil ketua BAZNAS RI masa khidmah 2026-2031, dan mantan wakil menteri agama RI periode 2019-2024, KH. Musta’in Syafi’ie selaku Mudir II Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang.
KH. Musta’in Syafi’ie menjelaskan tentang pengarang Alfiyah Ibn Malik yang merasa karangan Alfiyah nya lebih indah dan berkualitas dibanding Alfiyah milik Ibnu Mu’thi. Selain itu KH Mustain Syafii juga b menjelaskan kaidah bahasa Arab dan penjelasan Tafsir Al-Qur’an.
Perwakilan Kemenag, Imam Turmudzi, S.Ag, M.Hi , yang menjabat Kepala Bidang PD Pontren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, menyampaikan ucapan terima atas peran Ponpes Hamalatul Qur’an dalam mendidik para santri dengan metode yang sangat bagus.
“Selamat untuk para santri yang diwisuda hari ini, semoga ilmunya bermanfaat.Wisuda bukanlah akhir, tetapi awal. Masih banyak ilmu yang bisa diperoleh”, tutur Imam Turmudzi
Dalam acara ini juga disampaikan bea siswa dari BAZNAS RI untuk sejumlah santri yang diserahkan Wakil Ketua BAZNAS RI , Dr. KH.Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si.
Pewarta : *MS Al Katiri















