Dishub Jatim Siapkan Layanan Ekspedisi Bus Trans Jatim di Malang Raya, Meluncur Oktober 2026

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur akan meluncurkan layanan ekspedisi berbasis Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya pada Oktober 2026.

Dishub memberi nama layanan tersebut Trans Jatim Ekspedisi atau Tradisi.

Pemerintah akan meluncurkan layanan itu bersamaan dengan operasional Koridor II Bus Trans Jatim.

Melalui program tersebut, Bus Trans Jatim tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga melayani pengiriman barang.

Selain itu, pemerintah ingin mempermudah masyarakat mengirim dokumen maupun paket antardaerah dengan tarif yang terjangkau.

Dishub Targetkan Tradisi Beroperasi Bersama Koridor II

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan layanan Tradisi ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Namun, target tersebut bergantung pada penyelesaian seluruh tahapan persiapan.

“Target kami Koridor II Malang Raya selesai bersamaan dengan layanan Tradisi, sekitar Oktober 2026 jika tidak ada kendala,” ujar Cito, Senin (6/7/2026).

Sebelumnya, Dishub Jatim telah mengoperasikan layanan ekspedisi tersebut di kawasan Gerbangkertosusila.

Wilayah itu meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

Selanjutnya, Dishub memanfaatkan hasil evaluasi di kawasan tersebut sebagai dasar pengembangan layanan di Malang Raya.

Menurut Cito, pada tahap awal layanan ekspedisi menggunakan sistem pool to pool.

Melalui skema tersebut, masyarakat harus mengambil barang langsung di terminal.

Karena itu, Dishub menilai sistem tersebut belum memberikan kemudahan secara optimal.

Dishub Terapkan Sistem Point to Point

Pada pengembangan di Malang Raya, Dishub Jatim akan menerapkan sistem point to point.

Melalui skema ini, kurir akan mengantarkan barang dari terminal langsung ke alamat penerima.

“Sehingga meskipun pengguna tidak naik Bus Trans Jatim, mereka tetap bisa mengirim barang melalui Tradisi,” kata Cito.

Untuk mendukung layanan tersebut, Dishub Jatim menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra.

Di antaranya perusahaan layanan on-demand swasta dan PT Pos Indonesia.

Kedua pihak akan mendukung proses distribusi barang dari terminal menuju alamat penerima.

Layani Dokumen hingga Paket dengan Tarif Terjangkau

Dishub Jatim merancang layanan Tradisi untuk mengirim berbagai jenis barang.

Layanan tersebut mencakup pengiriman dokumen, berkas, hingga paket seperti layanan ekspedisi pada umumnya.

Selain memperluas fungsi transportasi publik, layanan ini juga mendukung kebutuhan logistik masyarakat.

Dishub Jatim juga menetapkan tarif Rp2.500 per kilometer.

Tarif tersebut menggunakan skema biaya all in yang berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur.

Dengan tarif itu, masyarakat memiliki alternatif pengiriman barang yang lebih efisien.

Selain itu, layanan ini diharapkan mempercepat distribusi barang antardaerah.

Melalui peluncuran Koridor II Trans Jatim dan layanan Tradisi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin meningkatkan aksesibilitas transportasi.

Pemerintah juga ingin menghadirkan layanan logistik yang lebih terintegrasi.

Pada akhirnya, inovasi tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus memudahkan masyarakat mengirim barang melalui jaringan Bus Trans Jatim.

Iklan
Iklan