ASPIKOM Jatim Kirim Mahasiswa ke Lereng Bromo, Pariwisata Tosari Jadi Fokus Pengabdian

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Pasuruan– Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Timur bersama enam perguruan tinggi di Jawa Timur resmi membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/7/2026).

ASPIKOM Jatim juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kecamatan Tosari untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pemberdayaan masyarakat.

Enam perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini adalah Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Darussalam Gontor, STIKOSA Surabaya, Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Trunojoyo Madura.

Sebanyak 34 mahasiswa akan melaksanakan KKN selama satu bulan, mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026, di dua desa, yakni Desa Podokoyo dan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari.

Acara pembukaan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Tosari dihadiri Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri, jajaran Muspika, Danramil, kepala desa, pengurus ASPIKOM Jatim, ketua program studi dari enam kampus peserta, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.

Menurut Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri, kawasan Tosari yang berada di lereng Gunung Bromo memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini Tosari lebih dikenal karena kekayaan budaya dan kerukunan masyarakatnya yang hidup dalam keberagaman.

Dampak KKN Harus Lahirkan Gagasan Baru

“Wilayah Tosari ini selama ini banyak dikenal budayanya. Buktinya kita adalah kecamatan Bhinneka Tunggal Ika. Semua agama ada di sini, hidup berdampingan dan saling menghormati,” ujarnya.

Bakhtiar berharap pelaksanaan KKN mampu melahirkan gagasan-gagasan baru untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, kemajuan pariwisata akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa dan dosen mempunyai ide untuk mengembangkan pariwisata daerah ini. Itulah mengapa tema KKN ini adalah pariwisata. Dengan begitu taraf hidup masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

Ruang Pengabdian dan Pengembangan Pariwisata

Ketua ASPIKOM Korwil Jawa Timur, Awang Dharmawan, S.Sos., M.A., mengatakan KKN kolaboratif merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu komunikasi yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan desa.

Ia menjelaskan, ASPIKOM menghadirkan dosen-dosen ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi pemasaran, digital branding, hingga pengembangan media digital untuk mendukung potensi wisata Tosari.

“Selama ini kita mendapatkan ilmu di kampus, sekarang saatnya mengaplikasikan ilmu itu di masyarakat. Kami membawa dosen-dosen komunikasi dari berbagai kampus di Jawa Timur. Saya berharap KKN ini tidak berhenti di sini, tetapi memiliki kesinambungan ke depan,” ujar dosen Unesa itu.

Pengembangan Pariwisata Butuh Kolaborasi

Menurutnya, pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan perguruan tinggi melalui inovasi komunikasi, promosi digital, dan strategi branding destinasi.

Pada kesempatan yang sama, ASPIKOM Jatim dan Pemerintah Kecamatan Tosari juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku selama tiga tahun.

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan KKN kolaboratif, pelatihan literasi media digital bagi masyarakat, sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi program sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain ditandatangani oleh Ketua ASPIKOM Jatim Awang Dharmawan dan Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri, kerja sama tersebut juga diikuti enam program studi dari kampus peserta KKN.

Melalui MoU tersebut diharapkan lahir berbagai kerja sama lanjutan antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kecamatan Tosari dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan pariwisata berbasis komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pewarta: *Nurudin

Iklan
Iklan