Mayat Pria Ditemukan dalam Mobil di RS UMM, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Seorang pria berinisial AM, 59 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di area Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM), Senin (28/9/2026). Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana.

Jenazah ditemukan dalam kondisi telah mengalami pembusukan di kursi pengemudi sebuah mobil Jeep yang terparkir di area belakang atau samping Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS UMM. Laporan mengenai penemuan tersebut diterima Polsek Dau sekitar pukul 10.00 WIB.

Polisi Olah TKP dan Identifikasi Korban

Kapolsek Dau Kompol Purwanto Sigit Raharjo mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari pihak manajemen RS UMM. Polisi melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.

Tim Identifikasi Polres Malang kemudian memastikan identitas korban. AM diketahui merupakan pria berusia 59 tahun dan warga Kota Malang.

Baca Juga:  Bapenda Kabupaten Malang Hadirkan Program BMW untuk Permudah ASN Bayar Pajak

“Korban ditemukan dalam kondisi duduk di belakang kemudi (kursi pengemudi, red). Iya, betul (ditemukan dalam kondisi proses pembusukan, red),” jelas Sigit.

Polisi belum dapat memastikan apakah terdapat luka pada tubuh korban maupun apakah kematiannya berkaitan dengan tindak pidana. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani autopsi.

Hingga pemeriksaan medis selesai, informasi mengenai waktu kematian maupun penyebab meninggalnya korban belum dapat dipastikan. Polisi juga belum membenarkan informasi yang beredar di media sosial bahwa kendaraan tersebut telah terparkir selama sekitar lima hari.

CCTV dan Saksi Masih Diperiksa

Kendaraan yang menjadi lokasi penemuan jenazah telah diamankan di Polsek Dau untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk menyusun kronologi kejadian.

Sigit menegaskan kepolisian tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum memperoleh hasil pemeriksaan medis dan bukti pendukung lainnya.

Baca Juga:  Mutasi Yang Terkesan Serampangan Pemkab Malang : Ada ASN Dilantik Memakai Seragam PKK

“Kami tidak berasumsi, menunggu hasil autopsi dan penyelidikan,” pungkasnya.

Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penyebab dan waktu kematian korban sekaligus menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut.

Dalam proses penyelidikan kematian seseorang, autopsi digunakan untuk membantu menentukan penyebab kematian berdasarkan pemeriksaan medis terhadap jenazah.