Gunung Anak Krakatau Siaga, Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat 5 Km

Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan mematuhi rekomendasi keselamatan. (Foto: Ist)

SUARAMALANG.COM – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat dan wisatawan tidak memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Peningkatan status itu menyusul aktivitas vulkanik yang meningkat pada awal Oktober. Berdasarkan evaluasi Badan Geologi untuk periode 21 September hingga 9 Oktober 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami 14 kali erupsi pada 6–9 Oktober 2026.

Pada 9 Oktober hingga pukul 19.20 WIB, petugas mencatat sembilan kali erupsi. Aktivitas tersebut memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi erupsi mencapai 32 detik.

Pengamatan visual juga memperlihatkan asap kawah berwarna putih hingga hitam. Tekanan asap tergolong sedang hingga tinggi, dengan kolom mencapai sekitar 5–50 meter di atas kawah.

Baca Juga:  RESMI! Lowongan BPKH 2025 Hanya Sampai 13 Oktober, Cek Syarat Lengkapnya

Waspadai Lontaran Batu Pijar hingga Aliran Lava

Selain larangan memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi, Badan Geologi meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung tersebut.

Masyarakat juga perlu mewaspadai sejumlah potensi bahaya, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Badan Geologi turut mengingatkan kemungkinan erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.

Rekomendasi ini menjadi perhatian bagi warga, pengunjung, dan wisatawan yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta mematuhi batas aman dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik.

Warga Pesisir Lampung dan Banten Diminta Tetap Tenang

Meski status gunung meningkat menjadi Siaga, Badan Geologi mengimbau masyarakat pesisir Lampung dan Banten agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai kabar yang menyebut erupsi Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami.

Baca Juga:  Tim Penyuluh Mabes TNI Terus Aktif Membantu Pemadaman Kahutla di Kabupaten Sintang

Masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Perkembangan aktivitas dan rekomendasi keselamatan Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui situs resmi MAGMA Indonesia. Masyarakat diimbau mengutamakan informasi dari otoritas terkait dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.