Wisata  

Tren Short Getaway Makin Diminati, Peluang Baru Ekonomi Wisata Malang Raya

Ilustrasi akomodasi bernuansa alam dengan pencahayaan alami yang menjadi bagian dari tren liburan singkat. (Foto: Ilustrasi/AI)

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Tren short getaway atau liburan singkat semakin mendapat tempat di tengah masyarakat yang ingin melepas penat tanpa harus mengambil cuti panjang. Perubahan pola perjalanan ini membuka peluang bagi bisnis pariwisata untuk menawarkan pengalaman yang lebih singkat, fleksibel, dan dekat dengan alam.

Wisatawan kini tidak selalu membutuhkan perjalanan panjang untuk mendapatkan pengalaman liburan. Perjalanan satu hingga tiga hari, staycation, hingga sekadar menikmati ruang terbuka menjadi alternatif ketika waktu dan anggaran terbatas.

Liburan Singkat Jadi Pilihan Wisatawan

Perubahan perilaku wisatawan membuat konsep short trip semakin relevan. Fleksibilitas waktu, kemudahan akses, serta biaya yang relatif lebih terjangkau menjadi sejumlah alasan perjalanan singkat tetap diminati.

Tren tersebut juga terlihat dalam industri perhotelan. Pada 2026, PHM HOTELS misalnya menawarkan program liburan di 17 hotel dengan konsep Stay, Eat, Experience. Jaringan tersebut mencakup sejumlah destinasi, termasuk Malang dan Bali, serta menawarkan pengalaman menginap yang dipadukan dengan kuliner dan aktivitas lokal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya membeli kamar. Mereka semakin mencari pengalaman yang bisa dinikmati dalam waktu terbatas, mulai dari suasana alam, kuliner, ruang terbuka, hingga desain akomodasi yang nyaman untuk beristirahat.

Data yang dipublikasikan pada akhir 2025 juga menunjukkan perjalanan domestik masih menjadi bagian besar dari mobilitas wisatawan Indonesia. Dalam paparan tiket.com dan Lokadata, sekitar 75 persen perjalanan wisatawan pada periode yang dibahas merupakan perjalanan domestik.

Akomodasi Bernuansa Alam Ikut Menjadi Daya Tarik

Selain durasi perjalanan yang lebih pendek, pilihan akomodasi juga mengalami perubahan. Ruang dengan pencahayaan alami, bukaan lebar, pemandangan hijau, serta hubungan antara area dalam dan luar ruangan semakin mudah ditemukan dalam konsep penginapan maupun rumah liburan.

Baca Juga:  Libur Imlek 2026, Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Naik 16 Persen

Fenomena rumah baru Luna Maya dan Maxime Bouttier di Bali yang mendapat perhatian publik menjadi salah satu contoh bagaimana desain hunian bernuansa alami dapat menarik perhatian sebagai bagian dari gaya hidup dan inspirasi perjalanan. Namun, daya tarik tersebut tidak otomatis menunjukkan perubahan seluruh pasar properti atau pariwisata.

Yang lebih menarik bagi industri wisata adalah meningkatnya nilai pengalaman. Akomodasi yang menawarkan suasana tenang, pemandangan alam, ruang terbuka, dan desain yang menarik dapat menjadi bagian dari produk wisata itu sendiri.

Konsep tersebut sejalan dengan perkembangan destinasi yang menawarkan pengalaman alam sekaligus kenyamanan. Situs resmi pariwisata Indonesia, misalnya, menampilkan akomodasi di Bali dengan bukaan lebar, palet warna alami, serta ruang dalam dan luar yang terhubung dengan lingkungan sekitar.

Peluang Ekonomi untuk Malang Raya

Bagi Malang Raya, tren short getaway dapat menjadi peluang karena kawasan ini memiliki kombinasi wisata alam, kuliner, ekonomi kreatif, dan akomodasi yang dapat dikemas untuk perjalanan singkat.

Model perjalanan tersebut tidak harus bergantung pada wisatawan yang datang selama berhari-hari. Pelaku usaha dapat menawarkan paket pengalaman yang lebih ringkas, seperti menginap satu atau dua malam, wisata alam, kuliner lokal, hingga aktivitas kreatif.

Efek ekonominya juga berpotensi menyebar. Ketika wisatawan datang untuk waktu singkat, pengeluaran tidak hanya masuk ke hotel atau pengelola destinasi. Ada peluang bagi restoran, kafe, transportasi, pemandu wisata, pelaku UMKM, pengrajin, fotografer, hingga usaha ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Malam Tahun Baru 2026 Tak Seramai Dulu, Okupansi Hotel di Kota Batu Turun Signifikan

Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan strategi. Wisatawan yang memiliki waktu terbatas akan semakin mempertimbangkan akses, kualitas pengalaman, kebersihan, kenyamanan, harga, dan kemudahan memperoleh informasi.

Karena itu, tantangan industri pariwisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin. Pelaku usaha perlu membuat perjalanan singkat tetap memberikan pengalaman yang bernilai sehingga wisatawan memiliki alasan untuk kembali.

Tren short getaway pada akhirnya memperlihatkan perubahan sederhana dalam cara masyarakat menikmati perjalanan. Liburan tidak lagi selalu berarti perjalanan panjang dan jadwal yang padat. Bagi sebagian wisatawan, satu atau dua hari dengan suasana alam yang nyaman sudah cukup untuk mendapatkan pengalaman berkualitas.

Bagi industri pariwisata, perubahan tersebut menjadi peluang untuk menciptakan produk yang lebih fleksibel. Bagi Malang Raya, tren ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan paket wisata singkat yang menghubungkan alam, akomodasi, kuliner, dan UMKM lokal dalam satu pengalaman perjalanan.