HIMABIS UB Gelar Pameran Seni untuk Ajak Publik Kurangi Konsumerisme

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Himpunan Mahasiswa Bisnis (HIMABIS) Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Komitmen Art Gallery 8.0 sebagai ruang refleksi publik terhadap dampak gaya hidup konsumtif dan persoalan lingkungan. Mengusung tema “What We Throw Away to What We Left Behind”, pameran ini mengajak pengunjung memahami dampak perilaku produksi dan konsumsi terhadap kondisi bumi.

Ketua Pelaksana Komitmen Art Gallery 8.0, Oryza Sativa Elzira, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari keinginan untuk mengangkat persoalan lingkungan yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Melalui karya seni dan pengalaman interaktif, penyelenggara ingin mendorong pengunjung mengevaluasi kebiasaan sehari-hari, termasuk cara menggunakan dan membuang barang.

“Perilaku produksi dan konsumsi yang kita lakukan memiliki dampak terhadap lingkungan, bukan hanya saat ini, tetapi juga untuk masa depan,” jelas Oryza.

Enam Section Gambarkan Perubahan Kondisi Bumi

Pameran ini terbagi dalam enam section yang membentuk alur cerita tentang perubahan kondisi bumi. Pengunjung diajak mengikuti perjalanan dari lingkungan yang masih asri, kerusakan akibat perilaku manusia, hingga kemungkinan pemulihan ketika manusia mulai menyadari dampak tindakannya.

Setiap bagian dirancang saling terhubung agar pengunjung tidak sekadar menikmati karya, tetapi juga memahami pesan lingkungan di balik penataan ruang dan instalasi yang ditampilkan. Pameran turut menghadirkan interactive booth untuk mengajak pengunjung merefleksikan perilaku mereka terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Kegagalan Sistemik MBG: Ribuan Anak Keracunan, BGN Klaim Pengawasan Berlapis

HIMABIS UB juga berkolaborasi dengan seniman dari Malang dan luar Malang. Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus menyampaikan pesan tentang kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin memberikan ruang bagi seniman lokal maupun dari luar Malang untuk menampilkan karya mereka. Bagi kami, seniman juga bisa menjadi agen penyadaran lingkungan karena setiap karya memiliki gaya dan makna yang dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat,” ungkap Oryza.

Daur Ulang Tutup Botol hingga Live Painting

Rangkaian Komitmen Art Gallery 8.0 mencakup kompetisi terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri di Indonesia dan masyarakat umum. Peserta dapat mengirimkan karya berupa lukisan kanvas, kerajinan tangan, poster digital, video pendek, dan fotografi bertema lingkungan. Kurator kemudian menyeleksi karya untuk ditampilkan dalam pameran utama.

Pengunjung juga dapat menyaksikan live painting oleh Syaihu, seniman asal Batu, serta mengikuti lokakarya yang melibatkan organisasi nonpemerintah (NGO) lokal Malang. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengolah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci sebagai contoh pemanfaatan kembali material yang berpotensi menjadi sampah.

Baca Juga:  Uji Coba MBG Sistem Prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Wali Kota: Menu Lebih Hangat dan Variatif, Perlu Penyesuaian Jam Belajar

Secara keseluruhan, pameran ini menarik lebih dari 500 pengunjung. Penyelenggara berharap pengalaman tersebut dapat mendorong perubahan kebiasaan setelah pengunjung meninggalkan ruang pamer.

Oryza menekankan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari pilihan sederhana, seperti mengurangi perilaku konsumtif dan mempertimbangkan dampak barang yang digunakan maupun dibuang.

Melalui Komitmen Art Gallery 8.0, HIMABIS UB berupaya menjadikan seni sebagai sarana komunikasi untuk mendekatkan isu lingkungan dengan pengalaman sehari-hari. Harapannya, pesan pameran tidak berhenti pada apresiasi karya, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.