Mahasiswa dan Alumni Kedokteran UIN Malang Raih Tiga Penghargaan di Ajang Ilmiah Nasional

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Mahasiswa dan alumni Profesi Dokter Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meraih tiga penghargaan dalam ajang Malang Gastroenterohepatology Update ke-15 (MGU 15) dan SUDEMMA XXII pada 2–4 Oktober 2026. Prestasi tersebut diraih melalui kompetisi presentasi lisan dan poster elektronik yang mengangkat penelitian terkait penyakit saluran cerna.

Tiga peserta yang mewakili UIN Malang yakni dr. Nuril Farid Abshori, alumnus Profesi Dokter tahun akademik 2025/2026, Muhammad Ramadhani Aurino Disastranegara, mahasiswa Profesi Dokter semester 4, serta Mohammad Dimas Dwihartono Syariat, mahasiswa Profesi Dokter semester 2.

Dalam kompetisi tersebut, dr. Nuril Farid Abshori bersama Mohammad Dimas Dwihartono Syariat meraih Juara 2 kategori Oral Presentation. Nuril juga memperoleh penghargaan Juara Favorit pada kategori yang sama. Sementara itu, Muhammad Ramadhani Aurino Disastranegara meraih Juara 1 kategori E-Poster di SUDEMMA XXII.

Penelitian Angkat Persoalan Klinis Penyakit Saluran Cerna

Kompetisi yang berlangsung di Atria Hotel & Convention Center, Malang, tersebut menghadirkan peserta dari kalangan mahasiswa kedokteran, dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, hingga praktisi dan profesor. Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan ilmiah berskala nasional tersebut.

Baca Juga:  Wisuda 287 Lulusan, Rektor Ma Chung Minta Lulusan Ikuti Perkembangan Teknologi dan Bermanfaat untuk Masyarakat

Salah satu penelitian yang dipresentasikan dalam kategori Oral Presentation berjudul “Prediktor Klinis dan Laboratorium terhadap Beban Transfusi dan Mortalitas pada Perdarahan Saluran Cerna Atas Akut”.

Penelitian ini berupaya mengidentifikasi faktor klinis dan laboratorium yang dapat membantu memperkirakan kebutuhan transfusi serta risiko kematian pada pasien dengan perdarahan saluran cerna atas akut. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan klinis, terutama dalam penanganan awal kondisi kegawatdaruratan.

Sementara itu, karya kategori E-Poster mengangkat penelitian berjudul “Indeks Inflamasi Sistemik dan Beban Perawatan Rumah Sakit pada Keganasan Saluran Cerna”. Penelitian tersebut membandingkan rasio neutrofil terhadap limfosit, rasio trombosit terhadap limfosit, dan indeks imun-inflamasi sistemik untuk mengkaji potensi penggunaannya dalam memperkirakan prognosis serta beban perawatan pasien.

Tantangan Penelitian di Tengah Keterbatasan Data

Para peserta menghadapi tantangan dalam mengembangkan penelitian karena keterbatasan data dan pemeriksaan spesialistik di bidang gastroenterohepatologi. Kondisi tersebut mendorong mereka mengolah data yang tersedia agar tetap menghasilkan penelitian dengan nilai kebaruan dan relevansi klinis.

Kategori Oral Presentation diikuti sepuluh peserta yang lolos seleksi. Mereka mempresentasikan penelitian di hadapan dua juri subspesialis selama sepuluh menit, termasuk sesi tanya jawab. Tiga peserta terbaik kemudian kembali mempresentasikan karya untuk menentukan Juara Favorit melalui pemungutan suara.

Baca Juga:  Seragam Gratis Dinilai Tak Berkeadilan, Dewan Desak Pemkot Malang Perbaiki Data

Adapun kategori E-Poster menilai substansi ilmiah dan desain penyajian poster penelitian.

Bagi Nuril, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menguji kualitas penelitian sekaligus memperluas wawasan melalui simposium ilmiah. Dukungan konsulen terhadap karya yang dipresentasikan juga menjadi pengalaman berharga.

Capaian mahasiswa dan alumni UIN Malang tersebut menunjukkan upaya mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan pelayanan kesehatan. Mereka berharap karya ilmiah yang dihasilkan dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi bagi pengambilan keputusan klinis, khususnya dalam penanganan penyakit saluran cerna.