SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Gerakan sinema independen di Kota Malang terus menunjukkan eksistensinya. Kali ini, film pendek besutan rumah produksi MARUNAKA PICTURES, yang berjudul 5 Min 1 sukses diputar penayangan perdananya, di hadapan penonton dalam ruang kolektif Wake Up Call (@wakeupcall.26).
Pemutaran film pendek berdurasi 23 menit yang diinisiasi Kelompok Mahasiswa Praktikum 3 Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang ini, secara spesifik menyoroti konflik sosial-psikologis seorang pemuda bernama Mugi.
Mugi yang merasa kesepian karena kedua orang tuanya sibuk bekerja dan hanya mengganti kehadirannya , dengan fasilitas materi tanpa kasih sayang orangtua.
Mugi pun memilih menjalani hidup di jalanan Kota Malang untuk menguji pemahamannya tentang kearifan hidup, berdasarkan Filosofi Jawa.
Sutradara film Marzuki Anwar, menjelaskan bahwa film ini diproduksi untuk memicu dialog terbuka di masyarakat mengenai pentingnya menghargai waktu dan eksistensi diri.
“Fasilitas melimpah terkadang membuat kita lupa akan makna komunikasi dan akar budaya. Di film ini, penonton diajak melihat teka-teki kehidupan lewat petualangan Mugi,” jelasnya.
Film Mendapat Apresiasi Penonton
Apresiasi positif juga datang dari penyelenggara. Ketua Pelaksana Wake Up Call, Adela mengatakan pentingnya sinergi antara kreator film dan ruang kolektif seperti yang terjadi dalam pemutaran “5 Min 1” ini.
“Kami sangat mengapresiasi Marunaka Pictures yang telah mempercayakan pemutaran film ‘5 Min 1’ di panggung Wake Up Call. Respons dari para pengunjung sangat positif, bahkan melebihi ekspektasi kami. Ini menunjukkan bahwa ruang-ruang komunal di Malang sangat membutuhkan pasokan karya lokal berkualitas yang sarat akan pesan moral seperti ini,” tutur Adela.
Sementara film yang diproduseri oleh Adji Damar Setiawan , film “5 Min 1” mempertahankan sisi otentik lokalitas dengan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Jawa (dilengkapi takarir Bahasa Indonesia dan Inggris).
Sisi teknis film ini juga digarap serius dengan kualitas resolusi 4K oleh Director of Photography Rafly Esach Alhasiry, serta didukung soundtrack dari band punk Malang, Crewsakan.
Keberhasilan penayangan di ajang Wake Up Call diharapkan menjadi pemantik bagi MARUNAKA PICTURES untuk terus mendistribusikan film ini ke berbagai festival film nasional maupun internasional ke depannya.
Pewarta : * Rizqa






















