Arema FC Turun Tangan, Aremania Utas Siapkan Bantuan Hukum Kasus Wediawu

Pendampingan Hukum untuk Warga Terduga

Iklan

SUARAMALANG.COM, Malang – Manajemen Arema FC mengambil langkah pengayoman terkait perkembangan kasus insiden di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang. Bersama organisasi Aremania Utas, klub menyiapkan pendampingan hukum bagi warga yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

General Manager Yusrinal Fitriandi menegaskan komitmen itu pada Jumat (8/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus menjaga kondusivitas persaudaraan di Bumi Arema.

Iklan

Kasus tersebut mencuat setelah Polres Malang menetapkan empat tersangka dalam perkara pengeroyokan dan perusakan mobil wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wediawu. Penetapan tersangka dilakukan setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Arema Tegaskan Tidak Membela Pelanggaran Hukum

Yusrinal menjelaskan, tim kuasa hukum telah disiapkan untuk mendampingi para tersangka selama proses hukum berlangsung. Pendampingan itu disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga agar tetap mendapatkan hak hukum secara adil.

“Kami hadir bukan untuk membenarkan tindakan yang melanggar hukum, namun sebagai keluarga besar, Arema FC dan Aremania Utas ingin memastikan adanya pendampingan hukum yang adil. Kami ingin situasi tetap tenang dan kekeluargaan tetap menjadi prioritas,” ujar Yusrinal.

Ia menegaskan, insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, semangat persaudaraan di Malang Raya harus tetap dijaga tanpa mengabaikan proses hukum yang berjalan.

Edukasi untuk Suporter dan Masyarakat

Manajemen Arema juga menilai kejadian di Pantai Wediawu menjadi momentum edukasi bagi suporter maupun masyarakat. Edukasi itu terutama berkaitan dengan pentingnya menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke wilayah Malang Raya.

Yusrinal berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia menilai citra Malang sebagai daerah tujuan wisata harus tetap dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Pendampingan hukum yang dilakukan, kata dia, tidak hanya bertujuan mengawal proses perkara. Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial tetap kondusif di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut.

Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Sebelumnya, Kapolres Malang Muhammad Taat Resdi menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyidikan kasus tersebut. Polisi memastikan jumlah tersangka bertambah menjadi empat orang.

“Telah ditetapkan tiga orang tersangka dan siang ini Jumat 8 Mei 2026 akan ditetapkan lagi satu orang,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi.

Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka memiliki peran berbeda dalam insiden itu. Polisi menyebut ada pelaku yang melakukan pelemparan batu, mencoret kendaraan menggunakan cat semprot, hingga pihak yang memobilisasi massa menuju lokasi kejadian.

Seluruh tersangka diketahui merupakan warga Malang. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Arema Ingin Persaudaraan Tetap Terjaga

Manajemen Arema FC berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional. Klub juga ingin persoalan tersebut menjadi momentum memperkuat kembali nilai persaudaraan di kalangan masyarakat Malang.

“Malang adalah rumah yang ramah bagi siapa saja. Bersama Aremania Utas, kami ingin membawa pesan bahwa setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang bijak tanpa menghilangkan rasa tanggung jawab,” tutup Yusrinal.

Iklan
Iklan
Iklan