BESS 2026 UM Hadirkan Akademisi Tiga Negara, Bahas Ekonomi Berkelanjutan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) memperkuat jejaring akademik internasional melalui The 6th International Conference on Business, Economics, and Sustainability Science (BESS) 2026 pada 22–24 September 2026. Konferensi di Gedung D7 FEB UM tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, dosen, dan mahasiswa untuk membahas inovasi hijau serta transformasi ekonomi berkelanjutan.

Mengusung tema Green Innovation and Sustainable Economic Transformation for Achieving the Sustainable Development Goals, BESS 2026 menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian dan publikasi lintas negara.

BESS 2026 Hadirkan Akademisi dari Tiga Negara

Wakil Dekan III FEB UM, Prof. Imam Mukhlis, mengatakan BESS menjadi bagian dari upaya internasionalisasi Departemen Ekonomi Pembangunan dan FEB UM. Forum tersebut sekaligus memperluas jejaring antara peneliti, praktisi, dosen, dan mahasiswa.

“Ini merupakan ajang internasionalisasi Departemen Ekonomi Pembangunan dan juga Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk memperluas jejaring sesama peneliti, kemudian juga praktisi, dan juga bagi Bapak/Ibu dosen dan mahasiswa,” ujar Imam.

BESS 2026 menghadirkan pembicara dari Guangzhou University, China, Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Chiang Mai University, Thailand. Kehadiran akademisi dari sejumlah negara tersebut membuka ruang pertukaran perspektif mengenai ekonomi berkelanjutan sekaligus memperluas peluang kerja sama penelitian.

Baca Juga:  The Night of Sawijining: Penayangan Film Pendek Karya Contour Cinema, Diramaikan Antusiasme Penonton

Peserta juga mengikuti parallel session untuk mempresentasikan hasil penelitian. Rangkaian konferensi dilengkapi sesi meet the editor yang mempertemukan peserta dengan sejumlah pembicara yang juga terlibat dalam editorial board jurnal ilmiah.

Mahasiswa UM Ikut Presentasikan Riset

Konferensi tidak hanya diikuti dosen dan peneliti. Mahasiswa UM juga mendapat ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.

Izzatul Rahmani Nintyas, mahasiswa S-2 Pendidikan Ekonomi, memaparkan penelitian mengenai status sosial ekonomi siswa. Penelitian tersebut menggabungkan sejumlah indikator, antara lain pendapatan, pendidikan, latar belakang keluarga, dan kepemilikan aset.

Riset tersebut menggunakan analisis bibliometri berbasis Scopus periode 2021–2026 serta Systematic Literature Review. Presentasi ini menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam membawa penelitian ke forum akademik internasional.

Mahasiswa S-1 Pendidikan Ekonomi angkatan 2024, Gema Aulia, menilai kehadiran forum internasional memberikan pengalaman akademik yang berbeda bagi mahasiswa.

“Ini cukup memberikan wawasan yang lebih luas. Kita belajar dari guru-guru atau dosen-dosen yang bahkan dari kancah internasional,” tutur Gema.

FEB UM Dorong Joint Research dan Publikasi Global

Pelaksanaan BESS 2026 juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Tema inovasi hijau dan transformasi ekonomi berkelanjutan juga berkaitan dengan SDG 9 dan SDG 13.

Baca Juga:  Kembali Berjaya, Drone Pintar Bayucaraka ITS Juara di Singapura

Imam berharap konferensi tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperluas seminar internasional, publikasi ilmiah, serta joint research antara peneliti FEB UM dan mitra dari berbagai negara.

“Kami berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan peneliti kami dengan peneliti asing, kemudian juga bisa memberikan prestasi dosen-dosen kami dalam pemaparan karya tulis ilmiahnya sehingga bisa lebih memberikan impact kepada masyarakat secara global,” ujarnya.

Upaya tersebut menempatkan pendidikan tinggi tidak hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi yang terhubung dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

Konsep pembangunan berkelanjutan yang menjadi salah satu pijakan BESS 2026 juga berkaitan dengan agenda global melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.