Dari Jalanan Amerika hingga Dominasi China, Begini Sejarah Mobil Listrik

SUARAMALANG.COM – Kendaraan listrik bukanlah teknologi baru. Jauh sebelum industri otomotif mengenal mobil listrik modern, sejumlah penemu telah mengembangkan kendaraan bertenaga baterai sejak abad ke-19.

Amerika Serikat kemudian memopulerkan mobil listrik pada awal abad ke-20. Kini, China menguasai industri produksinya, sedangkan Norwegia menjadi salah satu contoh keberhasilan penggunaan mobil listrik secara luas.

Berawal dari Eksperimen Abad ke-19

Sejarah kendaraan listrik bermula sekitar 1828–1835. Pada masa itu, para penemu di Hungaria, Belanda, dan Amerika Serikat mulai bereksperimen dengan kendaraan bertenaga listrik.

Sekitar 1832, penemu asal Inggris Robert Anderson mengembangkan kereta listrik sederhana. Namun, teknologi tersebut belum praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Perkembangan berlanjut pada paruh kedua abad ke-19. Penemu di Prancis dan Inggris mulai mengembangkan mobil listrik yang lebih praktis.

Di Amerika Serikat, William Morrison memperkenalkan kendaraan listrik yang berhasil menarik perhatian publik sekitar 1890. Kendaraan berkapasitas enam penumpang tersebut mampu melaju hingga sekitar 22 kilometer per jam.

Amerika Serikat Pernah Memopulerkan Mobil Listrik

Memasuki pergantian abad ke-20, mobil listrik menikmati popularitas di Amerika Serikat. Kendaraan ini menawarkan perjalanan yang lebih senyap dan pengoperasian yang relatif mudah.

Bahkan, mobil listrik menyumbang sekitar sepertiga kendaraan yang beroperasi di Amerika Serikat pada 1900. New York juga memiliki armada taksi listrik yang melayani masyarakat.

Baca Juga:  MK Ramadhipa Cetak Sejarah di Jerez, Rider 16 Tahun Ini Raih Kemenangan Perdana

Namun, popularitas tersebut tidak bertahan lama. Mobil bensin semakin murah setelah Henry Ford memperkenalkan produksi massal Model T pada 1908.

Pada 1912, harga mobil bensin Model T sekitar 650 dolar AS. Sebaliknya, mobil listrik jenis roadster saat itu mencapai sekitar 1.750 dolar AS.

Infrastruktur jalan yang berkembang dan ketersediaan bensin murah turut memperkuat dominasi mobil bermesin pembakaran. Akibatnya, kendaraan listrik kehilangan pasar dan hampir menghilang pada 1935.

Norwegia Mendorong Penggunaan Mobil Listrik

Kebangkitan kendaraan listrik modern berlangsung melalui berbagai inovasi teknologi dan kebijakan pemerintah. Norwegia termasuk negara yang lebih awal memberikan insentif untuk mendorong pembelian kendaraan listrik.

Badan Energi Internasional (IEA) mencatat, Norwegia mulai menerapkan insentif fiskal untuk kendaraan listrik sejak dekade 1990-an. Kebijakan tersebut membantu mengurangi kesenjangan harga dengan mobil konvensional.

Negara itu kemudian membangun ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan dukungan infrastruktur. Hasilnya terlihat dari tingginya pangsa mobil listrik dalam penjualan kendaraan baru.

Pada 2025, mobil listrik berbaterai mencakup sekitar 96 persen penjualan mobil baru di Norwegia. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan negara itu dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.

China Menguasai Produksi Kendaraan Listrik

Jika Norwegia menonjol dalam penggunaan, China kini memainkan peran utama dalam produksi kendaraan listrik global. Negara tersebut mengembangkan industri baterai, manufaktur kendaraan, dan persaingan harga secara agresif.

Baca Juga:  Viral "Stop Tot Tot Wuk Wuk", Publik Protes Arogansi Pejabat Pakai Sirene di Jalan Raya

IEA mencatat, China memproduksi sekitar 16 juta mobil listrik pada 2025. Jumlah itu mencakup hampir 75 persen produksi mobil listrik dunia.

Pada tahun yang sama, penjualan mobil listrik global mencapai sekitar 21 juta unit. Angka tersebut meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

China juga mencatat pertumbuhan besar di pasar domestiknya. Mobil listrik menyumbang hampir 55 persen penjualan mobil baru di negara tersebut sepanjang 2025.

Perjalanan kendaraan listrik menunjukkan perubahan peran sejumlah negara. Amerika Serikat pernah menjadi pasar penting pada masa awal, Norwegia mendorong adopsi massal, sedangkan China kini memimpin produksi global.