SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mempercepat realisasi dua proyek drainase besar. Keduanya kini memasuki tahap akhir administrasi pengadaan.
Penandatanganan kontrak ditargetkan rampung paling lambat 23 April. Setelah itu, proyek segera bergerak ke tahapan berikutnya.
Proses Pengadaan Masih Berjalan
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan Bagus Muryanto, menjelaskan tahapan belum sepenuhnya selesai.
Ia menyebut masih ada proses sanggah atau banding dalam mekanisme lelang. “Bisa saja molor, tapi kami memperkirakan sekitar Juni,” ujarnya.
Target Pengerjaan Dimulai Juni
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pengerjaan fisik dimulai sekitar Juni 2026. Pemerintah menyiapkan durasi pengerjaan hingga 18 bulan.
Dengan skema itu, proyek diproyeksikan tuntas pada 2027. Dua titik drainase akan dikerjakan secara bersamaan.
Lanjutan Proyek Lama di Bondowoso–Tidar
Drainase di ruas Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer. Proyek ini melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti sejak 2013.
Pemerintah berharap proyek ini mampu mengatasi persoalan lama. Kawasan rawan genangan menjadi prioritas penanganan.
Fokus Kurangi Banjir Kawasan Permukiman
Keberadaan drainase tersebut diharapkan mengurangi banjir saat hujan deras. Beberapa titik terdampak selama ini berada di Jalan Gading Kasri dan kawasan Bareng.
Aliran air akan ditata agar tidak lagi meluap ke permukiman warga. Sistem drainase dirancang lebih terintegrasi.
Proyek Kedua Suhat–Sutoyo Sepanjang 1,3 Km
Proyek lain berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Letjen Sutoyo. Panjang saluran mencapai sekitar 1,3 kilometer.
Bagus menjelaskan titik pengerjaan dimulai dari depan Polresta Malang Kota hingga kawasan Hotel Savana.
Air Dialirkan ke Sungai Brantas
Setelah rampung, sistem drainase akan mengalirkan air menuju Sungai Brantas. Lokasinya berada di selatan Polresta Malang Kota.
Skema ini diharapkan menekan genangan di sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jalan Mawar dan Jalan Bungur.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Pemerintah juga menyiapkan penyesuaian lalu lintas selama proyek berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran kendaraan.
Salah satu skenario yaitu menutup jalur lambat di depan Polresta Malang Kota.
Kendaraan Dialihkan ke Jalan Kembar
Selama penutupan berlangsung, kendaraan hanya bisa melintas di jalur utama. Sistem jalan kembar akan dimaksimalkan.
Pengguna jalan diminta menyesuaikan rute perjalanan. Pemerintah akan memasang rambu dan informasi pendukung.
Proyek Infrastruktur Jadi Prioritas
Dua proyek drainase ini menjadi bagian dari upaya penanganan banjir jangka panjang. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas infrastruktur kota.
Dengan sistem yang lebih baik, risiko genangan diharapkan terus menurun. Proyek ini juga mendukung kenyamanan aktivitas warga.























