SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dokter hewan melalui program Continuing Professional Development (CPD).
Kali ini, FKH UB menggelar pelatihan bertajuk Clinical Anesthesia and Patient Monitoring in Small Animal Practice: From Theory to Hands-on Application pada 20–21 Juni 2026 di Hall 308 Gedung B dan Laboratorium Bedah Veteriner FKH UB.
Melalui kegiatan tersebut, FKH UB memberikan ruang pembelajaran berkelanjutan bagi dokter hewan praktisi untuk memperdalam keterampilan anestesi dan monitoring pasien hewan kecil.
FKH UB Perkuat Kompetensi Dokter Hewan Praktisi
Wakil Dekan I Bidang Akademik FKH UB, drh. Ahmad Fauzi, M.Sc., Ph.D., membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu kedokteran hewan berlangsung sangat cepat. Karena itu, dokter hewan perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
“Perkembangan ilmu kedokteran hewan berlangsung sangat dinamis. Oleh karena itu, dokter hewan perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu memberikan pelayanan medis yang berkualitas, aman, dan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujarnya.
Ia menilai penguasaan teknik anestesi menjadi kompetensi penting dalam pelayanan medis veteriner. Kemampuan tersebut berhubungan langsung dengan keselamatan pasien selama menjalani tindakan medis.
Pakar Anestesi Veteriner UGM Jadi Narasumber
FKH UB menghadirkan drh. Dito Anggoro, M.Sc., Ph.D., dosen Divisi Bedah dan Radiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai narasumber utama.
Selama dua hari, peserta mempelajari berbagai aspek anestesi klinis pada hewan kecil. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar anestesi, pemilihan agen anestesi, teknik monitoring pasien, hingga penanganan komplikasi selama prosedur berlangsung.
Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi akademik antara Universitas Brawijaya dan institusi pendidikan veteriner di Indonesia.
Peserta Praktik Langsung Teknik Anestesi
Selain menyampaikan teori, panitia juga menggelar sesi hands-on workshop. Melalui sesi tersebut, peserta mempraktikkan langsung teknik anestesi dan monitoring pasien.
Panitia membagi delapan peserta ke dalam dua kelompok kecil. Skema ini membuat proses pembelajaran lebih efektif dan interaktif.
Dua probandus anjing bernama Dubai dan Chewy mendukung jalannya sesi praktik. Kehadiran keduanya memberi pengalaman yang lebih aplikatif karena peserta menghadapi kondisi yang mendekati praktik klinis sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami teori. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung dalam menangani pasien hewan kecil.
Dokter Hewan dari Berbagai Klinik Ikut Berpartisipasi
Sebanyak delapan dokter hewan mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Dhee-na Vet Pets Clinic, PDHB drh. Cucu, Citra Pet and Vet, Zz Pet Care, Amore Pet Clinic, Inaland Pet Care, Batu Secret Zoo, dan Army Vet Clinic.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan kebutuhan pengembangan kompetensi profesional di bidang anestesi veteriner masih sangat besar.
Industri Kesehatan Hewan Berikan Dukungan
Sejumlah mitra industri kesehatan hewan turut mendukung pelaksanaan CPD ini. Mereka terdiri atas Pesona Satwa, Awal Semanta Karya Medika (ASK Medika), PT Setia Anugra Medika (SAM), dan Nurra Gemilang.
FKH UB menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri sangat penting. Sinergi tersebut membantu pengembangan profesi dokter hewan secara berkelanjutan.
Informasi mengenai program akademik dan pengembangan profesi dapat diakses melalui situs resmi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.
Melalui kegiatan ini, FKH UB berharap peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam praktik sehari-hari. Dengan kompetensi yang terus meningkat, dokter hewan dapat memberikan layanan anestesi yang aman, efektif, dan mendukung kesejahteraan pasien di berbagai fasilitas kesehatan hewan di Indonesia.






















