Sebanyak 300 Akademisi Mengikuti ICODES 2026, Aspikom Jatim Perkuat Kolaborasi Riset Global

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Jawa Timur bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan International Conference on Communication, Digital Ecosystem, and Society (ICODES) 2026 pada 4–5 Agustus 2026. Konferensi internasional yang mengusung tema “Communication in Algorithmic Societies” ini menjadi forum akademik untuk membahas berbagai isu strategis terkait komunikasi, transformasi digital, dan perubahan sosial.

Diselenggarakan secara daring selama dua hari, ICODES 2026 menjadi konferensi internasional perdana yang digelar UM bekerjasama dengan Aspikom Jawa Timur. Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 300 peserta yang terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.

Selama konferensi berlangsung, peserta mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mendiskusikan beragam topik mutakhir, mulai dari media digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), masyarakat digital, literasi media, komunikasi politik, komunikasi kesehatan, hingga berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah berkembangnya ekosistem digital.

Ketua Aspikom Jawa Timur, Awang Dharmawan, mengatakan penyelenggaraan ICODES 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi akademisi Indonesia dalam perkembangan ilmu komunikasi di tingkat global.

“ICODES 2026 bukan hanya menjadi forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring kolaboratif yang berkelanjutan antara akademisi, peneliti, dan praktisi,” ujarnya.

Melahirkan Penelitian Relevan dan Inovatif

Menurut Awang, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan penelitian-penelitian yang relevan dan inovatif sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komunikasi serta pembangunan masyarakat digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Konferensi ini juga menghadirkan sejumlah pembicara utama yang membahas perkembangan terbaru dalam studi komunikasi. Salah satunya adalah Prof. Yuyun W.I. Surya yang mewakili Aspikom Jawa Timur sebagai keynote speaker.

Dalam paparannya, Prof. Yuyun mengangkat isu mengenai pergeseran budaya yang dipengaruhi kehadiran intelligent machine atau mesin pintar di tengah masyarakat multikultural.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi nilai-nilai budaya, pola interaksi sosial, hingga cara masyarakat membangun identitas di era digital.

Buka Peluang Kerja dan Riset Lintas Institusi

Selain sesi keynote speech, ICODES 2026 juga menghadirkan parallel session yang memungkinkan peserta mempresentasikan hasil penelitian serta memperoleh masukan dari akademisi berbagai negara. Forum tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama riset lintas institusi dan lintas negara.

Penyelenggara berharap konferensi ini dapat menjadi ruang akademik yang mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat budaya publikasi ilmiah, sekaligus menghasilkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan komunikasi di tengah masyarakat algoritmik.

Keberhasilan penyelenggaraan ICODES 2026 juga menunjukkan komitmen Aspikom Jawa Timur dalam mendorong setiap program studi ilmu komunikasi di wilayah Jawa Timur agar semakin aktif menyelenggarakan forum ilmiah internasional yang berkualitas.

Melalui forum seperti ICODES, diharapkan semakin banyak kolaborasi penelitian yang lahir dan mampu memperkuat posisi akademisi Indonesia dalam percaturan ilmu komunikasi global, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat digital yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Pewarta: *MS Alkatiri

Iklan
Iklan