Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

Gerindra Bantah Apel Akbar Dukungan MBG di Malang Raya sebagai Aksi Tandingan Penolakan Program Prabowo

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Apel Akbar dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Malang Raya memunculkan beragam tafsir di tengah menguatnya gelombang kritik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Kegiatan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat itu berlangsung beberapa hari setelah muncul aksi mahasiswa yang menyuarakan penolakan terhadap MBG di Kota Malang. Situasi tersebut memunculkan anggapan bahwa apel akbar tersebut merupakan bentuk aksi tandingan.

Iklan

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang Moreno Suprapto membantah anggapan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu lahir dari inisiatif masyarakat yang ingin menyuarakan manfaat program MBG.

“Saya dapat undangan dari teman-teman di Malang Raya. Se-Malang Raya. Itu mereka mau kumpul, apel akbar. Mau menyuarakan manfaat dari program Rp82 triliun,” ujar Moreno.

Moreno menilai kritik terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kalau saya boleh berpendapat ya, lalu mengkritik itu boleh ya, terbuka. Tapi jangan mengumbar kebencian. Itu sudah menjadi provokator untuk memecah belah bangsa kita,” tegasnya.

Ia juga menilai evaluasi terhadap pelaksanaan MBG perlu dilakukan apabila ditemukan kekurangan di lapangan. Menurutnya, pemerintah terbuka terhadap masukan selama disampaikan secara konstruktif.

“Dan program strategis nasional ini saya rasa sangat baik. Dan kalau memang ada evaluasi, itu sangat wajar. Dan terima kasih kalau ada evaluasi,” katanya.

Moreno turut menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kota Malang yang sebelumnya mendorong penghentian sementara program MBG. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak mewakili lembaga secara resmi.

“Kalau saya melihatnya itu tidak membawa instansi dan lembaga, itu atas nama pribadi,” ujarnya.

Ia mengaku mendengar langsung aspirasi sejumlah kelompok masyarakat yang merasa terbantu dengan keberadaan MBG. Kelompok tersebut antara lain petani, peternak, pedagang, hingga wali murid penerima manfaat.

“Jangan dihentikan, kami mewakili peternak, petani, dan juga orang tua dari wali murid, yang mereka merasa terbantukan,” kata Moreno menirukan aspirasi yang diterimanya.

Menurut Moreno, program tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi keluarga penerima manfaat. Sebagian uang saku anak yang sebelumnya digunakan untuk membeli makan siang disebut bisa dialihkan untuk kebutuhan lain.

“Pada saat sebelum mereka berangkat sekolah, ada uang saku bisa dikumpulkan dalam satu bulan, mereka bisa beli sepatu. Bisa beli sepatu olahraga, bisa beli kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah kegiatan tersebut merupakan aksi tandingan terhadap demonstrasi penolakan MBG, Moreno kembali membantah. Ia menyebut kegiatan itu berlangsung secara organik tanpa mobilisasi politik tertentu.

“Enggak ada, enggak ada aksi tandingan. Ini murni organik, Mas. Ini murni organik bisa survei, Mas bisa tanya sama mereka yang datang ke sini,” tegasnya.

Moreno mengaku awalnya tidak berencana tampil di atas panggung. Namun, ia akhirnya diminta berbicara oleh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Ini bukan aksi tandingan. Ini spontanitas dari masyarakat Malang Raya khususnya ya,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Apel Akbar Gandung Panjalu mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan sejumlah pelaku usaha dan sektor pangan. Mereka menilai polemik politik yang berkembang belakangan ikut memengaruhi persepsi publik terhadap program MBG.

“Kegiatan ini adalah agenda yang berawal dari sebuah keresahan dari para pelaku-pelaku petani, UMKM, kemudian para peternak, pedagang sayur, yang terimbas eskalasi politik akhir-akhir ini,” ujar Gandung.

Menurut Gandung, dukungan terhadap MBG diperlukan agar target penerima manfaat yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai. Karena itu, pihaknya mengklaim sengaja menggalang energi positif dari berbagai unsur masyarakat di Malang Raya.

“Oleh karena itu, kami bersama tokoh-tokoh di Malang Raya mengagendakan kegiatan yang menggaungkan energi positif agar program Makan Bergizi Gratis ini bisa berjalan dengan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

Iklan
Iklan
Iklan