SUARAMALANG.COM, Jakarta – Pengacara Hotman Paris Hutapea ikut menyoroti pernyataan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang belakangan memicu polemik di ruang publik. Melalui unggahan di media sosial, Hotman mempertanyakan apakah pihak kampus akan mengambil langkah atas ucapan yang dinilai kontroversial tersebut.
Perdebatan ini kembali memunculkan diskusi mengenai batas antara kritik terhadap pemerintah dan dugaan penghinaan kepada kepala negara. Isu tersebut juga ramai dikaitkan dengan kritik Tiyo terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini sering ia soroti.
Hotman Paris Pertanyakan Kemungkinan Sanksi dari Kampus
Melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (12/6/2026), Hotman Paris mengunggah cuplikan video yang memperlihatkan Tiyo Ardianto sedang menyampaikan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto.
Unggahan tersebut langsung memancing beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet menilai pernyataan itu masih berada dalam koridor kebebasan berekspresi, sementara pihak lain menganggap ucapannya telah melampaui batas.
Dalam keterangannya, Hotman mempertanyakan apakah Rektor UGM memahami perbedaan antara kritik dan penghinaan. Ia juga mempertanyakan kemungkinan pemberian sanksi terhadap mahasiswa yang bersangkutan.
Adhyaksa Dault Nilai Pernyataan Sudah Berlebihan
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault turut memberikan tanggapan terhadap video yang beredar. Ia menilai ucapan Tiyo tidak lagi sebatas kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Menurut Adhyaksa, pernyataan tersebut sudah mengarah pada penghinaan terhadap kepala negara. Ia mengaku tidak pernah menggunakan bahasa serupa meski memiliki perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintahan sebelumnya.
“Kritik ini sudah kelewatan, bukan kritik lagi tetapi menghina kepala negara,” ujarnya dalam video yang beredar di media sosial.
Perdebatan tentang Batas Kritik Kembali Mengemuka
Polemik tersebut memicu diskusi mengenai etika penyampaian kritik di ruang publik. Banyak pihak menilai kritik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi penyampaiannya tetap perlu memperhatikan norma hukum dan etika.
Di sisi lain, sebagian masyarakat menekankan pentingnya menjaga kebebasan berpendapat selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perdebatan itu juga menyoroti peran lingkungan akademik dalam membangun budaya diskusi yang kritis sekaligus santun.
Tiyo Ardianto Dikenal Vokal Mengkritik Kebijakan Pemerintah
Tiyo Ardianto diketahui merupakan mantan Ketua BEM UGM dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Filsafat.
Selama beberapa waktu terakhir, ia kerap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk pelaksanaan program MBG yang menjadi perhatian publik nasional.






















