Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

HUT Ke-80 Sri Wedari, Jadi Saksi Lahirnya Generasi Malang dari Masa ke Masa

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Delapan dekade bukan usia yang singkat bagi sebuah lembaga pendidikan. Di tengah perubahan zaman dan tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, Perguruan Sri Wedari Kota Malang berhasil mempertahankan eksistensinya selama 80 tahun dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Momentum tersebut diperingati melalui kegiatan penyerahan kembali siswa kepada orang tua yang digelar secara serentak oleh seluruh unit pendidikan di bawah naungan Perguruan Sri Wedari. Mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMK turut ambil bagian dalam agenda yang sarat makna tersebut.

Iklan

Delapan Dekade Menjaga Tradisi Pendidikan

Ketua Yayasan Perguruan Sri Wedari, Made Arya Wedhantara, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-80 sengaja dikemas bersama kegiatan pelepasan siswa sebagai simbol kebersamaan seluruh keluarga besar Sri Wedari.

“Penyerahan kembali murid-murid Sri Wedari ini sekaligus memperingati delapan dekade Sri Wedari. Kegiatan ini dilakukan serentak bersama TK, SD, SMP, dan SMK sebagai wujud kolaborasi dan kekompakan semua unsur,” ujar Made, Senin (1/6/2026).

Menurut Made, momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena para siswa berhasil menuntaskan tahapan pendidikan di masing-masing jenjang. Ia menilai capaian itu merupakan bekal awal sebelum mereka melanjutkan perjalanan hidup dan pendidikan yang lebih tinggi.

Penyerahan Siswa Jadi Momen Refleksi dan Kebanggaan

“Ini menjadi momen istimewa karena anak-anak kita telah menyelesaikan tahapan penting di semua jenjang. Saya selaku ketua yayasan merasa bangga atas pencapaian mereka,” katanya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar tidak ragu memiliki cita-cita besar. Baginya, keberanian untuk bermimpi menjadi salah satu modal utama dalam membangun masa depan.

“Jangan pernah takut untuk bermimpi. Bagaimanapun juga kalian adalah penerus bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Made turut menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter serta prestasi peserta didik.

“Kepada para tenaga pendidik, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan kasih sayang yang luar biasa kepada para siswa,” imbuhnya.

Wali Kota Malang: Sri Wedari Telah Melahirkan Banyak Alumni Berprestasi

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai usia 80 tahun menjadi pencapaian bersejarah yang patut disyukuri. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kualitas pendidikan terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Hari ini genap 80 tahun Sri Wedari. Ini bukan waktu yang pendek. Tentu perjalanan panjang ini menjadi bahan evaluasi atas apa yang sudah dilakukan,” ujar Wahyu.

Wahyu menilai Sri Wedari memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Malang. Banyak alumni yang berhasil menorehkan prestasi dan berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun dunia usaha.

“Ini adalah perguruan yang telah banyak menghasilkan anak didik yang berhasil dan membanggakan Kota Malang. Beberapa lulusan Sri Wedari juga telah sukses berkarier, baik di institusi pemerintahan maupun swasta,” katanya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga yang selama ini mendampingi proses belajar.

“Saya turut bersyukur dan berbahagia untuk anak-anak yang hari ini menyelesaikan pendidikannya, karena ini juga menjadi kebanggaan bagi orang tua,” ujarnya.

Dukung Program Ngalam Pinter dan Indonesia Emas 2045

Lebih jauh, Wahyu berharap semangat yang dibangun Sri Wedari selama delapan dekade dapat terus terjaga. Harapan itu sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang, Ngalam Pinter, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga kiprah Sri Wedari dapat terus dipertahankan. Ini sejalan dengan program unggulan Ngalam Pinter sebagai komitmen untuk meningkatkan derajat pendidikan Kota Malang dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Menurut Wahyu, keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran orang tua, lingkungan, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kualitas pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama. Kehidupan anak-anak saat ini tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di rumah. Karena itu, sinergi semua pihak sangat diperlukan,” pungkasnya.

Iklan
Iklan
Iklan