Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Digelar 6–8 November, Angkat Wellness Berbasis Budaya Jawa

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat peluncuran Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Festival ini akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Yogyakarta dengan mengangkat perpaduan budaya dan kebugaran. (Foto: Dok. Kemenpar)

SUARAMALANG.COM, Yogyakarta – Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 akan digelar pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, festival ini menggabungkan tradisi budaya Jawa, praktik kebugaran, dan gaya hidup berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kekayaan budaya dan tradisi Indonesia menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar perjalanan rekreasi.

“Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing,” kata Widiyanti saat peluncuran JCWF 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing, festival ini mengajak pengunjung membangun kembali hubungan dengan budaya, lingkungan, dan sesama melalui beragam aktivitas yang mendukung keseimbangan fisik dan mental.

Hadirkan 89 Program dan Lima Zona Pengalaman

JCWF 2026 menghadirkan 89 program terjadwal, 97 komunitas dan mitra terkurasi, 65 praktisi wellness, serta 32 peserta Wellness Artisan Market. Sebanyak 16 program di antaranya dapat diikuti tanpa biaya.

Pengunjung dapat menjelajahi lima zona pengalaman, yakni Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness. Kegiatannya mencakup yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, hingga forum Pentahelix yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Anak Krakatau Erupsi, Ternyata Lima Gunung Api Ini Juga Erupsi Nyaris Bersamaan

Festival ini juga menyediakan ruang pamer produk, konsultasi satu lawan satu, serta business matching lounge untuk mempertemukan pelaku usaha dan membuka peluang kerja sama.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara, menilai filosofi Jawa memiliki keterkaitan dengan konsep kesejahteraan yang berkembang saat ini. Nilai hamemayu hayuning bawana, filosofi sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, serta semangat gotong royong menjadi bagian dari pendekatan budaya yang diangkat dalam festival.

Menurutnya, pengembangan cultural wellness diharapkan memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat pelaku usaha lokal.

Wellness Tourism Jadi Peluang Ekonomi

Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas Pariwisata Berkualitas. Widiyanti menyebut data Global Wellness Institute mencatat pengeluaran global untuk wisata wellness mencapai 893,9 miliar dolar AS pada 2024. Di kawasan Asia Pasifik, terdapat 562,7 juta perjalanan wellness dengan nilai pengeluaran wisatawan mencapai 215 miliar dolar AS.

Indonesia dinilai memiliki modal berupa tradisi jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal. Untuk mengembangkan potensi tersebut, kementerian menyiapkan sejumlah inisiatif, termasuk Wellness Journey Across the Java Wonders dan direktori wisata wellness Indonesia.

Baca Juga:  Deklarasi Ngalam Hebak, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama dalam Berbudaya

Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian penyelenggara. JCWF 2026 bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, dalam pengelolaan sampah melalui inisiatif Zero Waste Management. Festival ini turut merencanakan penghitungan jejak karbon yang akan dikompensasi melalui penanaman pohon.

Pengunjung juga diajak membawa tumbler, memanfaatkan fasilitas pengisian air minum, menggunakan transportasi umum, dan memilah sampah selama acara berlangsung.

Melalui perpaduan budaya, kebugaran, dan praktik ramah lingkungan, JCWF 2026 diharapkan memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta di pasar wisata wellness nasional dan internasional.

Informasi mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan dapat diakses melalui situs resmi JCWF 2026.