SUARAMALANG.COM, Biak – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 10 rumah warga di sekitar lokasi. Kekuatan ledakan membuat bangunan porak-poranda dan memicu kepanikan masyarakat yang berada di sekitar titik kejadian.
Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, Ipda Daniel Rumpaidus, mengatakan data sementara menunjukkan terdapat delapan korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, lima orang dipastikan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya hingga kini masih belum ditemukan.
Kapolres Biak Numfor, Ari Trestiawan, membenarkan bahwa petugas telah menemukan lima jenazah di lokasi ledakan. Sementara itu, proses pencarian terhadap tiga korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
“Jenazah korban yang baru ditemukan ini ada lima jenazah, yang tiga masih dalam pencarian,” ujar Ari.
Aparat Gabungan Lakukan Sterilisasi Lokasi
Pasca-ledakan, aparat gabungan TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta sterilisasi area yang terdampak.
Polisi juga mengerahkan personel Brimob untuk mengamankan lokasi dan mengantisipasi kemungkinan adanya material peledak lain yang masih tertimbun di sekitar kawasan tersebut. Hingga Minggu malam, petugas masih melakukan penyisiran di sekitar titik ledakan.
Untuk mencegah risiko lanjutan, area kejadian telah dipasangi garis polisi dan masyarakat diminta tidak mendekat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati TKP dulu sementara karena kondisi masih belum aman, untuk mencegah ledakan berikutnya,” kata Ari.
Biak dan Jejak Perang Dunia II
Dugaan bahwa sumber ledakan berasal dari bom sisa Perang Dunia II bukan tanpa alasan. Biak merupakan salah satu wilayah strategis yang menjadi medan pertempuran besar antara pasukan Sekutu dan Jepang pada tahun 1944. Pertempuran yang dikenal sebagai Battle of Biak meninggalkan banyak peninggalan militer, mulai dari bunker, amunisi, hingga berbagai jenis persenjataan yang sebagian masih ditemukan hingga sekarang.
Karena itu, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis bahan peledak yang memicu ledakan maut tersebut. Hingga kini, proses identifikasi korban dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung.






















