Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Mixue Tutup Ratusan Gerai di Asia Tenggara, Strategi Ekspansi Kini Lebih Selektif

Jakarta, Indonesia - June 25th, 2022: Mixue is a popular cold beverages (ice cream) shop. It is originally from China and recently opens in Indonesia.
Iklan

SUARAMALANG.COM, Nasional – Raksasa minuman asal Tiongkok, Mixue Ice Cream & Tea, mulai mengerem laju ekspansi globalnya setelah bertahun-tahun tumbuh agresif. Langkah ini ditandai dengan penutupan ratusan gerai di luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Mengutip CNBC Indonesia, jumlah gerai Mixue di luar negeri berkurang sebanyak 428 unit dalam setahun terakhir. Penutupan tersebut paling banyak terjadi di Vietnam dan Indonesia yang sebelumnya menjadi pasar ekspansi utama.

Iklan

Ekspansi Tetap Jalan, Tapi Lebih Terukur

Meski melakukan penutupan, Mixue tidak menghentikan ekspansi sepenuhnya. Perusahaan tetap membuka pasar baru seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan dengan pendekatan yang lebih hati-hati.

Selain itu, Mixue juga masuk ke Malaysia dan Thailand melalui brand berbeda bernama Lucky Cup. Strategi ini menunjukkan adanya penyesuaian model bisnis agar lebih fleksibel di tiap negara.

Indonesia dan Vietnam masih menjadi pasar terbesar di luar negeri. Namun, ekspansi yang terlalu masif sebelumnya mulai memicu kejenuhan pasar, terutama karena tingginya jumlah gerai dalam satu wilayah.

Persaingan Internal Tekan Profit

Banyaknya gerai dalam radius yang berdekatan memunculkan persaingan internal antarmitra. Kondisi ini berdampak pada penurunan profitabilitas, sehingga perusahaan perlu melakukan konsolidasi.

Langkah penutupan gerai dinilai sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan mengurangi kepadatan outlet, perusahaan berharap kinerja tiap gerai bisa lebih optimal.

Fokus ke Gerai Lebih Besar dan Strategis

Sebagai bagian dari transformasi, Mixue mulai mengalihkan fokus dari gerai kecil ke outlet yang lebih besar dan berada di lokasi strategis. Perubahan ini mencakup area operasional yang lebih luas serta tampilan toko yang lebih terbuka ke jalan utama.

Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan visibilitas brand sekaligus memperbaiki pengalaman pelanggan. Lokasi premium juga dinilai mampu mendorong volume penjualan yang lebih stabil.

Harga Terjangkau Jadi Kekuatan Utama

Di tengah persaingan ketat, Mixue tetap mengandalkan harga produk yang terjangkau sebagai keunggulan utama. Strategi ini diperkuat dengan pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Model bisnis tersebut memungkinkan perusahaan menjaga margin sekaligus menarik konsumen di segmen minuman ekonomis. Hal ini menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing di berbagai pasar.

Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh

Menariknya, di tengah langkah konsolidasi, kinerja keuangan Mixue justru menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan meningkat 35 persen menjadi RMB 33,56 miliar.

Sementara itu, laba bersih juga naik 33 persen menjadi RMB 5,93 miliar. Capaian ini menegaskan bahwa strategi efisiensi tidak menghambat pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Iklan
Iklan
Iklan