SUARAMALANG.COM – Perdebatan mengenai legalisasi ganja masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Namun sejumlah negara telah mengambil langkah berbeda dengan mengizinkan pemanfaatan tanaman cannabis tersebut untuk kebutuhan medis, penelitian, hingga konsumsi pribadi dalam batas tertentu.
Kebijakan yang diterapkan pun beragam. Ada negara yang melegalkan penggunaan ganja secara penuh untuk orang dewasa, sementara negara lainnya hanya mengizinkan pemanfaatan untuk terapi kesehatan melalui resep dokter.
Berikut beberapa negara yang telah melegalkan ganja beserta tujuan penggunaan dan tahun kebijakan tersebut mulai diberlakukan.
1. Uruguay, Pelopor Legalisasi Ganja Nasional
Uruguay menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasional secara nasional pada 2013.
Pemerintah mengatur produksi, distribusi, hingga penjualan ganja melalui sistem yang diawasi negara. Warga dewasa dapat membeli atau menanam ganja dalam jumlah tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Kanada, Legalisasi Penuh Sejak 2018
Kanada melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasional pada Oktober 2018.
Selain untuk konsumsi pribadi, industri cannabis di Kanada berkembang menjadi sektor ekonomi baru yang mencakup produk kesehatan, kosmetik, hingga makanan berbahan dasar ganja yang telah diatur pemerintah.
3. Malta, Negara Pertama di Uni Eropa
Malta menjadi negara Uni Eropa pertama yang melegalkan kepemilikan dan budidaya ganja untuk penggunaan pribadi pada 2021.
Meski demikian, penjualan komersial tetap dibatasi dan penggunaan ganja di ruang publik masih diatur secara ketat.
4. Luksemburg Izinkan Konsumsi Pribadi
Luksemburg mulai menerapkan kebijakan legalisasi terbatas pada 2023.
Warga dewasa diperbolehkan menanam dan mengonsumsi ganja untuk kebutuhan pribadi di lingkungan rumah, namun perdagangan bebas masih dibatasi.
5. Jerman Longgarkan Aturan pada 2024
Jerman resmi memberlakukan Undang-Undang Cannabis pada April 2024.
Aturan tersebut mengizinkan kepemilikan ganja dalam jumlah tertentu dan budidaya terbatas untuk kebutuhan pribadi. Pemerintah juga membuka peluang pembentukan klub cannabis yang diawasi secara ketat.
6. Republik Ceko Ikuti Gelombang Legalisasi Eropa
Republik Ceko mulai melonggarkan aturan terkait ganja pada 2026.
Kebijakan baru memungkinkan kepemilikan dan budidaya dalam jumlah terbatas untuk penggunaan pribadi dengan pengawasan pemerintah.
Ganja Medis Semakin Banyak Diizinkan
Selain legalisasi untuk penggunaan pribadi, banyak negara memilih membuka akses ganja untuk kepentingan medis.
Australia mulai mengembangkan program ganja medis secara nasional sejak 2016. Pasien dengan kondisi tertentu dapat memperoleh produk berbasis cannabis melalui resep dokter.
Inggris juga mengizinkan penggunaan ganja medis sejak 2018. Namun aksesnya masih terbatas dan harus melalui pengawasan tenaga kesehatan.
Israel menjadi salah satu negara dengan program penelitian ganja medis paling maju. Negara tersebut telah mengembangkan riset cannabis untuk terapi berbagai penyakit selama beberapa dekade.
Thailand Sempat Jadi Pelopor Asia Tenggara
Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendekriminalisasi ganja pada 2022.
Kebijakan tersebut mendorong munculnya berbagai produk berbahan cannabis, termasuk makanan dan minuman yang menggunakan ekstrak tertentu sesuai ketentuan pemerintah.
Namun dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Thailand kembali memperketat aturan. Penggunaan ganja kini lebih diarahkan untuk kepentingan medis dan kesehatan.






















