SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memastikan akan mengembalikan biaya pembelian toga baru sebesar Rp225.000 kepada calon wisudawan setelah prosesi wisuda selesai.
Keputusan tersebut menyusul penarikan seluruh toga baru yang sebelumnya menuai sorotan karena desainnya dinilai tidak sesuai dengan konsep awal.
Selain itu, kampus memastikan prosesi wisuda periode 7 dan 9 Juli 2026 kembali menggunakan toga lama.
UMM menyampaikan informasi tersebut melalui akun Instagram resminya sebagai tindak lanjut atas polemik toga yang viral di media sosial.
UMM Gratiskan Penukaran Toga Lama
Dalam pengumuman resminya, UMM menjelaskan wisudawan tidak perlu membayar uang deposit saat menukar toga desain baru dengan toga lama.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh wisudawan yang telah membayar biaya pembelian toga sebesar Rp225.000.
Selanjutnya, kampus akan mengembalikan biaya pembelian toga setelah wisudawan menyerahkan kembali toga lama kepada bagian perlengkapan.
UMM juga membuka layanan pengembalian toga sekaligus pencairan dana hingga 13 Juli 2026.
Karena itu, kampus mengimbau seluruh wisudawan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan agar proses pengembalian dana berjalan lancar.
UMM Akui Terjadi Kesalahan Produksi
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Tatag Muttaqin, mengakui hasil produksi toga tidak sesuai dengan desain yang telah disepakati.
Menurutnya, perbedaan tersebut mencakup desain, warna, dan bahan.
“Sejak awal memang ada kesalahan pada desain, warna dan bahannya. Karena itu, kami di universitas menyepakati bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan,” kata Tatag, Selasa (7/7/2026).
Sebelumnya, UMM telah merencanakan penyegaran desain toga jauh sebelum polemik muncul.
Menurut Tatag, universitas memperbarui toga karena desain lama telah digunakan selama bertahun-tahun.
Ia menegaskan UMM tidak membuat perubahan tersebut untuk mengikuti tren perguruan tinggi lain.
“Yang kami sepakati sebenarnya desain, warna dan bahannya. Tetapi realisasinya tidak sesuai dengan contoh yang pertama kami setujui,” ujarnya.
UMM Tarik Seluruh Toga Baru
Sebagai bentuk tanggung jawab, UMM menarik seluruh toga baru yang telah dibagikan kepada calon wisudawan.
Sementara itu, kampus memutuskan kembali menggunakan toga lama pada prosesi wisuda periode Juli 2026.
Meski demikian, UMM tetap melanjutkan program penyegaran desain toga.
Namun, universitas akan mengevaluasi seluruh proses desain dan produksi sebelum meluncurkan toga baru.
Evaluasi tersebut bertujuan menghasilkan toga yang sesuai dengan identitas akademik sekaligus menjaga kesakralan prosesi wisuda.
Sebelumnya, desain toga baru UMM ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Banyak warganet menilai perpaduan warna hitam, merah, dan kuning menyerupai kostum kesenian Bantengan atau yang dikenal masyarakat Malang sebagai mberot.
Akibatnya, kampus mengevaluasi desain tersebut, menarik seluruh toga baru, dan memutuskan mengembalikan biaya pembelian kepada para wisudawan.















