UMM Tarik Seluruh Toga Baru usai Viral Mirip Kostum Bantengan, Wisuda Kembali Gunakan Toga Lama

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menarik seluruh toga baru yang telah dibagikan kepada calon wisudawan setelah desainnya menuai sorotan di media sosial.

Warganet ramai membandingkan toga tersebut dengan kostum kesenian bantengan atau yang dikenal masyarakat Malang sebagai mberot.

Pihak kampus mengakui adanya kekeliruan pada desain, warna, dan bahan toga hasil produksi.

Karena itu, UMM memutuskan kembali menggunakan toga lama pada wisuda periode 7 dan 9 Juli 2026.

UMM Akui Kesalahan Desain dan Hasil Produksi

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Tatag Muttaqin, menjelaskan kampus telah merencanakan penyegaran desain toga jauh sebelum polemik muncul di media sosial.

Menurutnya, UMM ingin memperbarui tampilan toga karena desain lama telah digunakan selama bertahun-tahun.

“Sejak awal memang ada kesalahan pada desain, warna dan bahannya. Karena itu, kami di universitas menyepakati bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan,” kata Tatag, Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan UMM tidak memperbarui toga untuk mengikuti tren kampus lain.

Sebaliknya, pimpinan universitas ingin menghadirkan toga yang lebih representatif dan tetap mencerminkan kesakralan prosesi wisuda.

Tatag menjelaskan tim kampus telah menyetujui contoh desain, warna, dan bahan sebelum produksi dimulai.

Namun, produsen mengirimkan toga dengan hasil akhir yang berbeda dari sampel yang telah disepakati.

“Yang kami sepakati sebenarnya desain, warna dan bahannya. Tetapi realisasinya tidak sesuai dengan contoh yang pertama kami setujui,” ujarnya.

UMM Tarik Seluruh Toga Baru

Setelah polemik berkembang, UMM langsung mengevaluasi penggunaan toga baru.

Kampus kemudian menarik seluruh toga yang telah dibagikan kepada calon wisudawan.

“Ini bentuk tanggung jawab kami, maka seluruh toga yang akan kita gunakan untuk wisuda ini kita tarik semua. Kemudian sementara ini kita gunakan toga yang lama,” ujar Tatag.

Hingga Selasa (7/7/2026), calon wisudawan telah mengembalikan sekitar 460 toga dari total 971 peserta wisuda.

UMM juga memastikan akan mengganti seluruh biaya yang berkaitan dengan penggunaan toga baru.

Desain Baru Tetap Akan Disempurnakan

Meski menarik seluruh toga baru, UMM tidak membatalkan rencana penyegaran desain toga.

Sebaliknya, universitas akan mengevaluasi seluruh proses desain dan produksi.

Evaluasi tersebut bertujuan menghasilkan toga yang sesuai dengan identitas akademik UMM.

Selain itu, kampus ingin menjaga nilai kesakralan prosesi wisuda.

“Toga yang ada saat ini sudah sangat lama. Sehingga sudah saatnya UMM melakukan penyegaran. Agar kesannya lebih menarik dan memberikan sakralitas yang lebih bagus, begitu arahan Pak Rektor,” pungkas Tatag.

Sebelumnya, video toga baru UMM viral di berbagai media sosial.

Video tersebut memperlihatkan perpaduan warna hitam, merah, dan kuning pada toga.

Banyak warganet menilai tampilannya menyerupai kostum kesenian mberot.

Bahkan, dua mahasiswa sempat mengenakan toga tersebut sambil menirukan gerakan bantengan dengan iringan musik khas.

Aksi itu memicu beragam komentar dari warganet.

Kesenian Bantengan sendiri merupakan seni tradisional yang berkembang luas di Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur.

Iklan
Iklan