SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Polres Malang meningkatkan edukasi hukum sejak usia dini melalui kegiatan interaktif bersama siswa taman kanak-kanak di wilayah Turen, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan masyarakat dengan menyasar anak-anak sebagai generasi awal pembentuk budaya disiplin dan kesadaran hukum.
Melalui Polsek Turen, puluhan siswa dari TK Tunas Harapan Turen diajak mengenal tugas kepolisian secara langsung di lingkungan Mapolsek.
Edukasi Hukum Anak Usia Dini
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan fungsi dasar kepolisian, mulai dari menjaga keamanan hingga pentingnya mematuhi aturan.
Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman sederhana mengenai keselamatan diri dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Kasihumas Polres Malang Bambang Subinajar menegaskan pentingnya edukasi sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter.
“Kami meningkatkan edukasi kepada anak usia dini agar mereka mengenal tugas kepolisian serta memahami pentingnya disiplin dan keselamatan sejak dini,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara anak-anak dan institusi kepolisian.
Bangun Citra Polisi Ramah Anak
Selain memberikan pemahaman hukum, kegiatan ini juga dirancang untuk menghilangkan rasa takut anak terhadap polisi.
Melalui interaksi langsung yang menyenangkan, anak-anak diajak melihat polisi sebagai sosok pelindung dan sahabat.
AKP Bambang menambahkan bahwa metode edukasi yang komunikatif menjadi kunci dalam menyampaikan nilai-nilai kedisiplinan kepada anak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan citra positif Polri sekaligus memberikan edukasi dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak,” jelasnya.
Ke depan, program serupa akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang sadar hukum.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran kepolisian tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam edukasi dan pembinaan sosial sejak usia dini.
Di sisi lain, pendekatan preventif seperti ini dinilai efektif dalam membentuk perilaku tertib dan disiplin sejak awal, sehingga dapat berdampak pada kualitas kehidupan sosial masyarakat di masa mendatang.























