Ucapan Idul Adha - Pemkab Malang

Wakil Bupati Malang Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial Saat Idul Adha

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Riyadlus Sholihin, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Rabu (27/5/2026) pagi. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Malang juga menyerahkan satu ekor hewan kurban kepada takmir masjid untuk dibagikan kepada masyarakat.

Pelaksanaan Salat Idul Adha tingkat Kabupaten Malang itu berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat setempat. Momentum hari raya kurban dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Iklan

Wakil Bupati Malang Soroti Makna Keikhlasan Idul Adha

Dalam sambutannya, Lathifah Shohib mengajak masyarakat memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual ibadah tahunan. Menurutnya, Idul Adha juga menjadi pengingat mengenai pentingnya keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Ia menyinggung keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai contoh menghadapi ujian kehidupan dengan penuh kesabaran dan keimanan.

“Hari ini kita menundukkan kepala dan menyungkurkan raga, mengagungkan Asma Allah Yang Maha Besar,” ujar Lathifah.

Selain itu, ia mengajak masyarakat mendoakan jemaah haji asal Kabupaten Malang yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci. Pemerintah daerah berharap seluruh jemaah memperoleh kelancaran dan kembali sebagai haji mabrur.

Idul Adha Jadi Momentum Perkuat Kohesi Sosial

Lathifah menilai tantangan global saat ini membuat masyarakat perlu memperkuat solidaritas sosial. Kemajuan teknologi, menurutnya, sering menghadirkan jarak antarmanusia meski dunia terasa semakin dekat.

Karena itu, ibadah kurban dinilai relevan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa makna kurban bukan hanya menyembelih hewan, melainkan juga menghilangkan sifat egois dan individualistis.

“Islam mengajarkan kebahagiaan sejati melalui kemampuan untuk memberi dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Menurutnya, pembagian daging kurban harus menjadi jembatan sosial yang mempererat hubungan antarmasyarakat. Dengan demikian, tradisi Idul Adha dapat memperkuat kohesi sosial di Kabupaten Malang.

Kurban Dinilai Perkuat Ketahanan Sosial dan Gizi

Wakil Bupati Malang juga menyoroti pentingnya gotong royong sebagai kekuatan menghadapi ketidakpastian zaman. Ia mengaitkan nilai kurban dengan konsep kebermanfaatan yang terus mengalir bagi masyarakat.

Dalam pandangannya, harta yang dikurbankan tidak hilang begitu saja. Sebaliknya, manfaatnya berubah menjadi kebahagiaan, ketahanan gizi, dan amal kebajikan.

Selain berdampak sosial, distribusi daging kurban juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan protein keluarga. Karena itu, tradisi kurban dinilai memiliki manfaat luas bagi kehidupan sosial masyarakat.

Di akhir sambutannya, Lathifah mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai titik kebangkitan nurani dan optimisme bersama. Ia berharap masyarakat terus membangun budaya kepedulian sosial demi masa depan Kabupaten Malang.

Iklan
Iklan
Iklan